Rabu, 11 September 2019

DRAMA JUMAT AGUNG " THE PASSION OF THE CHRIST"

Drama apik diadaptasi dari film berjudul sama karya HKBP Takengon yang diperankan oleh Kategorial Remaja untuk memperingati hari kematian Yesus pada tahun 2010.

THE PASSION OF THE CHRIST


Adegan 1 : Yesus di tangkap
Setelah Yesus berdoa di taman Getsemani, Yesus berbicara kepada murid-muridNya. Tiba-tiba muncullah Yudas salah satu muridNya bersama serombongan orang yang membawa pedang untuk menangkap Yesus. Mereka adalah orang suruhan Imam Besar  dan para Ahli Taurat yang ingin menangkap dan menghukum Yesus karena dianggap sebagai penghujat.

Yesus             :  Siapa yang kalian cari?
Prajurit         :  Yesus orang Nazaret!
Yesus             :  Akulah Yesus…
Yudas            :  (mencium Yesus) Salam Guru!
Yesus             :  Yudas, engkau menghianati Anak Manusia dengan ciuman!

Lalu murid-murid Yesus menyerang para prajurit Imam Besar itu, salah satu murid menghunuskan pedangnya kearah prajurit itu sehinga telinga prajurit itu putus. Tetapi Yesus melerai mereka dan menyambung kembali telinga prajurit itu. Kemudian prajurit membawa Yesus ke rumah Imam Besar, sementara muridNya memberitahu kejadian tersebut kepada Ibu Yesus, Maria. Lalu Maria dan saudaranya pergi menyusul Yesus.

Adegan 2    : Pilatus mendengar berita penangkapan Yesus
Sementara itu, berita penangkapan Yesus telah didengar oleh Abenader pengawal Pilatus, ia pun menghadap Pilatus untuk menceritakan hal tersebut.

Abenader      :  Tuan, ada masalah!
Pilatus           :  Masalah apa?
Abenader      :  Masalah bait Allah. Kayafas menangkap seorang Nabi, orang Galilea. Kaum Farisi tampak membencinya.
Claudia          :  Orang Galilea? Siapa maksudmu?
Abenader      :  Yesus dari Nazaret.

Adegan 3 : Yesus di hadapan Mahkamah Agama
Dalam perjalanan menuju rumah Imam Besar, prajurit-prajurit membelenggu Yesus dengan rantai serta memukuliNya tanpa perasaan. Sesampai di rumah Imam Besar, Yesus dihadapkan kepada Imam Kayafas, para Ahli Taurat serta para pengawalnya. Sementara Petrus, Maria dan saudaranya melihat dari kejauhan.

Kayafas         :  Siapa pengemis yang kau bawa ini?!
Pengawal 1     :  Dia Yesus! Orang Nazaret si pembawa onar itu! (memukul wajah Yesus)
Kayafas         :  Kau Yesus dari Nazaret? Kata mereka kau Raja, dimana kerajaanmu?. Kau dari silsilah Raja siapa?
                        (membentak) Bicaralah! Bukankah kau anak tukang kayu? Ada yang bilang kau Ellia?
                        Mengapa kau tak bicara, kau dibawa kesini sebgai penghujat! Apa jawabanmu atas tuduhan itu? Bela dirimu!
Yesus             :  Aku telah bicara terus terang pada semua orang, aku telah mengajar di bait Allah. Tanyakan pada mereka yang telah mendengar ajaranku.
Pengawal 2    :  Begitukah caramu menjawab Imam besar? Dengan sombong! (memukul Yesus hingga jatuh)
Yesus             :  Jika ucapanku salah, tunjukkan kesalahannya; Jika ucapanku benar, mengapa kau tampar aku?
Kayafas         :  Kita dengarkan kesaksian mereka atas penghujatanmu. Baik, kita dengarkan pengakuan mereka!
A. Taurat 1    :  Dia menyembuhkan orang sakit dengan bantuan Iblis.
A. Taurat 2   :  Dia mengusir Iblis dengan bantuan Iblis.
A. Taurat 3   :  Dia menyebuit dirinya Raja Yahudi.
A. Taurat 4   :  Tidak! Dia menyebut dirinya Anak Allah. Ia bilang ia akan merubuhkan bait Allah dan mendirikannya lagi dalam 3 hari (meludah depan Yesus)
A.Taurat 5    :  Yang lebih buruk, ia mengaku dirinya Roti Kehidupan dan jika makan daging dan minum darahnya kita mewarisi kehidupan kekal.
                        (orang-orang bersorak dan mencemooh Yesus)
Kayafas         :  Diam! Kalian tersihir kata-katanya. Tidak seorangpun dapat membuktikan kesalahannya.
Ahli Taurat   :  Dia harus dihukum. Dia penghujat!
Kayafas         :  Tidak ada yang mau kau katakan? Tak kau sangkal tuduhan mereka? Aku bertanya, Yesus orang Nazaret, apakah kau seorang Mesias? Anak Allah yang hidup?
Yesus             :  Akulah Dia! Dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk disebelah kanan Allah Yang Maha Kuasa dan datang ditengah-tengah awan di langit.
Kayafas         : (berteriak) Penghujatan!! Kamu telah mendengar dia. Tak perlu saksi lagi. Apa putusanmu?
Orang-orang  :  (bersorak) Hukuman mati!!
(lalu Kayafas dan pengawalnya menampar, meludahi dan memukul Yesus. Sementara itu pengawal menanyai Petrus dan hendak menangkap Petrus juga)

Pengawal 1     :  Bukankah kulihat kau bersama-sama orang Galilea itu?
Pengawal 2    :  Ya! Kau salah satu muridnya, kukenali kau!
Petrus           :  Diam! Aku tak pernah bertemu dengannya. Aku tak kenal Dia!
Pengawal 1     :  kau Petrus, salah satu muridnya!
Petrus           :  Aku tak kenal dia, kau keliru!
Pengawal 2    :  Stop! Aku pernah melihatmu. Tahan dia, dia pengikutnya!
Petrus           :  Kau keliru keparat! Aku belum pernah melihatnya

Begitulah, seperti yang pernah diucapkan Yesus pada Perjamuan malam, Petrus menyangkal Yesus 3x sebelum ayam berkokok.

Adegan 4 : Yudas bunuh diri
Sementara itu, Yudas merasa bersalah dan menyesal telah menghianati Yesus. Yudas menghadap Kayafas.

Yudas            :  Lepaskan dia! Ambillah uang perak ini. Aku telah berdosa menghianati darah tak berdosa. Ambil uang perak ini, aku tidak membutuhkannya.
Kayafas         :  Jika kau merasa menghianati darah tak berdosa, itu bukan urusanku. Ambillah uang itu dan pergilah.
Yudas            :  (melempar uang ke Kayafas)
(Lalu Yudas pergi didalam penyesalan dan defresi hingga ia mengambil keputusan untuk bunuh diri)

Adegan 5 : Yesus di hadapan Pilatus
Claudia istri Pilatus mengetahui tentang Yesus dan mencobak membujuk suaminya itu agar tidak menghukum Yesus.

Claudia          :  Jangan hukum si Galilea itu! Dia orang suci, kamu hanya akan membuat persoalan bagi dirimu!
Pilatus           :  Tahukah kau yang disebut persoalan Claudia?, bau busuk pos jaga ini, kaum gembel kotor diluar sana! Itulah persoalan.

(Sementara itu Yesus digiring menuju sidang menghadap Pilatus. Pilatus menghampiri rombongan Yesus dan bertanya.)

Pilatus           :  Selalukah kau hukum tahananmu sebelum diadili? Apa tuduhanmu atas orang ini?
Kayafas         :  Andai dia bukan penjahat tak akan kami serahkan kepadamu!
Pilatus           :  bukan itu yang kutanyakan. Hakimi dia menurut hukummu.
Kayafas         :  Gubernur, kau tahu hak kami sudah dicabut untuk menghukum mati orang.
Pilatus           :  Hukuman mati? Apa yang dilakukan orang ini sampai ia harus dihukum mati?
Pengawal       :  Dia melanggar hari Sabat, dia hasut rakyat mengerjakan ajaran sesat.
Pilatus           :  Bukankah 5 hari yang lalu dia Nabi yang kalian sambut dari yerusalem? Kini kau ingin dia mati, jelaskan padaku kegilaan ini.
Kayafas         :  Yang mulia, ku mohon… Dia mengagungkan dirinya sebagai anak Daud. Ia mengaku dirinya Mesias Raja Yahudi yang dijanjikan. Ia larang pengikutnya bayar upeti pada Kaisar Gubernur.
Abenader      :  Bawa dia kesini!
(Prajurit membawa Yesus menghadap Pilatus keruangannya)
Pilatus           :  Minumlah! (Yesus diam)
Pilatus           :  Kau Raja Yahudi?
Yesus             :  Pertanyaan ini berasal darimu? Atau kau menanyaiku karena telah mendengar siapa aku?!
Pilatus           :  Untuk apa kutanyakan padamu? Orang Yahudikah aku? Imam-imam besarmu, bangsamu sendiri menyerahkanmu padaku minta agar kau dihukum! Kenapa? Apa yang telah kau lakukan? Apa kau Raja?
Yesus             :  Kerajaanku bukan dari dunia ini.
Pilatus           :  Jadi kau ini Raja?
Yesus             :  Untuk itulah aku lahir! Untuk memberi kesaksian tentang kebenaran. Semua orang yang mendengar kebenaran, mendengar suaraku.
Pilatus           :  Kebenaran? Apa itu kebenaran?

Lalu Yesus digiring kembali kehadapan Imam besar dan Petrus berkata:
Pilatus           :  Aku telah bertanya kepada orang ini. Tak satupun kesalahan nya kutemukan.
Orang-orang bersorak
Pilatus           :  Bukankah dia orang Galilea? Dia miliknya Raja Herodes, biarkan Herodes mengadili dia.
Kayafas         :  (berteriak) Gubernur!!!
Abenader      :  Bawa dia pergi!
(Kayafas dan pengawalnya membawa Yesus kehadapan Raja Herodes)

Adegan 6 : Yesus dihadapan Raja Herodes
Herodes        :  Yesus dari Nazaret! Mana dia?
Kayafas         :  Ini dia!
Herodes        :  Inikah Yesus dari Nazaret! Benarkah kau sembuhkan orang buta untuk melihat kembali? Dan kau membangkitkan orang mati?; darimana kau dapat kekuatan itu?; kaukah yang kelahirannya sudah diramalkan?
                        (membentak) Jawab aku! Rajakah kau?, bagaimana dengan aku, maukah kau lakukan sedikit mukjizat bagiku?
(Yesus tetap diam, sementara pengawal Heroder bersorak mmengolok-olok Yesus)
Herodes        :  Hahahaha… hahaha… singkirkan orang bodoh ini dari pandanganku! Dia tak bersalah atas sebuah kejahatan, dia hanya gila! Hahaha…

Lalu Kayafas dan pengawalnya membawa Yesus ke hadapan Pilatus kembali. Sementara itu Claudia membujuk Pilatus lagi untuk tidak menghukum Yesus.
Claudia          :  Jika kau mau tahu kebenaran, bebaskanlah dia!
Pilatus           :  Kebenaran? Mau tahu kebenaran bagiku? Jika aku bebaskan dia, maka Kaisar bersumpah darah berikutnya adalah aku. Itulah kebenaran ku.
(Tiba-tiba Abenader datang)
Abenader      :  Gubernur, Herodes menolak menghukumnya. Dia dibawa kesini lagi! Kita perlu pasukan tambahan.
Pilatus           :  Aku tak ingin ada pemberontakan
Abenader      :  Sudah ada pemberontakan.

Adegan 7 : Yesus di hadapan Pilatus lagi
Pilatus           :  Raja Herodes tidak menemukan kesalahan orang ini, demikian juga aku.
(orang-orang bersorak protes)
Kayafas         :  Diam! Hormati Gubernur!
(orang-orang tertawa mengejek)
Pilatus           :  Kalian tahu, tiap tahun aku bebaskan tahanan bagimu. Dipenjara kami ada seorang pembunuh terkenal, Barabas!
(pengawal membawa Barabas ke hadapan Kayafas)
Barabas         :  Arrrgh… aargh!
Pilatus           :  Siapakah yang kalian kehendaki kubebaskan bagimu? Si pembunuh Barabas atau Yesus yang disebut Mesias?
Kayafas         :  Dia bukan Mesias. Dia penipu! Dia penghujat!
                        (berteriak) Lepaskan Barabas!!
Orang’’           :  Lepaskan Barabas… Lepaskan Barabas!
Barabas         :  (tertawa) Haha..Hahhhha (Pilatus bingung)
Pilatus           :  Kutanya sekali lagi. Siapakah dari 2 orang ini yang harus kubebaskan bagimu?
Orang’’           :  Lepaskan Barabas… Lepaskan Barabas!

Akhirnya Pilatus memutuskan membebaskan Barabas
Abenader      :  Lepaskan Barabas!
Barabas         :  Hahahaha… (menjulurkan lidah ke Yesus). Hei…Arrgh… hahaha (pergi mrninggalkan kerumunan).
Pilatus           :  Apa yang harus kulakukan pada Yesus orang Nazaret ini?
Kayafas         :  Salibkan dia!
Pilatus           :  (melirik Claudia) Tidak! Dia akan kuhukum tapi kemudian akan kubebaskan! Tunjukkan pada mereka apa hukuman keras itu, Abenader! Tapi jangan samapai mereka membunuh orang itu!
Lalu pengawal membawa Yesus ketempat penghukuman. Disanalah Ia disiksa tanpa perasaan oleh para prajurit. Penyiksaan Yesus disaksikan Kayafas dan Ahliu Taurat lainnya sementara Murid Yesus dan Maria melihat dari kejauhan.
(Saat pengawal bersiap menyiksa Yesus)
Yesus             :  Hatiku tlah siap Bapa! Hatiku tlah siap!
(Prajurit memukuli Yesus tanpa perasaan hingga badan Yesus penuh luka, peluh dan darah – Yesus terjatuh – Iblis menatap dari jauh dengan senang)
Prajurit 1       :  Cukup!! (Yesus berdiri)
Prajurit 2      :  Lanjutkan hukuman
(prajurit mengambil senjata besi berantai – memukuli Yesus – Yesus menjerit kesakitan – Maria dan saudaranya menangis dari kejauhan)
Maria            :  Anakku! Bilamanana, dimana, bagaimana akan Kau pilih untuk terbebas dari ini?
(Prajurit memukuli Yesus lagi)

Lalu Maria dan saudaranya meninggalkan kerumunan, lalu Claudia menghampiri mereka. Tanpa berkata-kata ia memberikan kain putih kepada Maria lalu pergi

(Penyiksaan masih terus berlanjut – Yesus tertidur ditanah – Iblis dan bayinya menyaksikan _ Abenader datang)
Abenader      :  Hentikan! Cukup! Kau diperintah untuk menghukum orang ini bukan menyiksa sampai mati! Singkirkan dia, pergilah! Bawa dia dari sini!
(prajurit melepaskan borgol Yesus – Yesus dibawa pergi)

Adegan 8 : Yesus di olok-olok
Setelah Yesus dibawa pergi, Maria dan saudaranya mendekati tempat Yesus disiksa, lalu Maria membersihkan bekas darah Yesus dengan kain pemberian Claudia. Sementara itu para prajurit nenyematkan mahkota duri ke kepala Yesus dan mengolok-ngolokNya.
Prajurit 1       :  Baginda… terima ini!
Prajurit 2      :  Hahaha… Hahha… mahkota duri yang indah!
Prajurit 1       :  lihat dia! Raja cacing!
Prajurit 2      :  salam raja cacing! Hahaha
(prajurit memukul Yesus)
Prajurit 1       :  Kami disini menghormatimu!, baginda! (meminum air dan menyemburkan air itu ke wajah Yesus)

Adegan 9    : Keputusan Pilatus
Kemudian Yesus dihadapkan pada Pilatus lagi untuk mendengar keputusan sang Gubernur.
Pilatus           : (memegang Yesus)lihatlah manusia ini,kalian sudah puas?
Kayafas         : salibkan Dia!
Pilatus           : tidakkah ini cukup,lihatlah Dia?
Orang-orang  :  salibkan Dia ,haruskah ku salibkan RajaMu??
Kayafas         : Raja kami hanya Kaisar
Pilatus           : bicaralah padaKu! Aku punya kuasa salibkan atau bebaskan
Yesus             : kau tidak memiliki kuasa atasKu!
Pengawal       : jika Anda bebaskan Dia,Anda bukan sahabat Kaisar anda harus salibkan Dia
Orang-orang  : salibkan Dia
Pengawal       : (memukuli rakyat,melihat itu Pilatus menyerah dengan mengangkat tangannya)
Pilatu            : Kamulah yang ingin menyalibkan, bukan aku. Lakukan sendiri,aku tak bersalah atas orang ini. Abenader,lakukan seperti kehendak mereka
Adegan 10   :         Yesus di bawa ke Golgota

Lalu Yesus di bawa ke tempat tengkorak (Golgata) - Yesus berjalan sambil memikul salibNya
Yesus             : Aku hamba Mu, Bapa, hambaMu dan anak hamba perempuanMu.

(Yesus terus barjalan,semantara Maria dan muridNya mengikuti dari jauh karena Maria ingin
menolong ketika Yesus jatuh,prajurit memukul lagi,saat Yesus jatuh lagi Maria menjerit meng
hampiriNya)
Yesus             :  Ibu!!
Maria            : Aku di sini….Aku di sini
Yesus             : Ibu,lihtlah,Aku membuat segala sesuatunya baru

Lalu Yesus berjalan memikul salibnya  lagi dan pengawal terus memukuliNya .di tengah perjalanan menuju Golgata,para prajurit menahan seorang bernama Simon dari Kirene untuk membantu memikul salib Yesus.

Prajurit         : hei,kamu! bantu dia!
Simon            : tidak.itu bukan urusan Ku, suruh orang lain saja
Prajurit         : tolonglah Dia, Ia orang suci turuti kataku
Simon            : baiklah,tapi aku tak bersalah,aku di paksa memikul salib ini


Lalu Simon orang Kirene itu memikul salib Yesus dan menopang Yesus di pundak kanannya. Mereka berjalan menuju Golgata tempat Yesus akan di salibkan bersama-sama dengan du penjahat yang juga akan di salibkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

DRAMA PASKAH "KEBANGKITAN YESUS"

Sebuah fragmen karya HKBP Takengon yang diperankan oleh Punguan Ina HKBP Takengon untuk memperingati hari paskah tahun 2012. Drama ini diada...