Drama apik diadaptasi dari film berjudul sama karya HKBP Takengon yang diperankan oleh Kategorial Remaja untuk memperingati hari kematian Yesus pada tahun 2010.
THE PASSION OF THE
CHRIST
Adegan
1 : Yesus di tangkap
Setelah
Yesus berdoa di taman Getsemani, Yesus berbicara kepada murid-muridNya.
Tiba-tiba muncullah Yudas salah satu muridNya bersama serombongan orang yang
membawa pedang untuk menangkap Yesus. Mereka adalah orang suruhan Imam
Besar dan para Ahli Taurat yang ingin
menangkap dan menghukum Yesus karena dianggap sebagai penghujat.
Yesus : Siapa yang kalian cari?
Prajurit : Yesus orang Nazaret!
Yesus : Akulah Yesus…
Yudas : (mencium Yesus) Salam Guru!
Yesus : Yudas, engkau menghianati Anak Manusia dengan
ciuman!
Lalu murid-murid Yesus menyerang para prajurit
Imam Besar itu, salah satu murid menghunuskan pedangnya kearah prajurit itu
sehinga telinga prajurit itu putus. Tetapi Yesus melerai mereka dan menyambung
kembali telinga prajurit itu. Kemudian prajurit membawa Yesus ke rumah Imam
Besar, sementara muridNya memberitahu kejadian tersebut kepada Ibu Yesus,
Maria. Lalu Maria dan saudaranya pergi menyusul Yesus.
Adegan 2 :
Pilatus mendengar berita penangkapan Yesus
Sementara itu, berita penangkapan Yesus telah
didengar oleh Abenader pengawal Pilatus, ia pun menghadap Pilatus
untuk menceritakan hal tersebut.
Abenader : Tuan,
ada masalah!
Abenader : Masalah bait Allah. Kayafas menangkap seorang
Nabi, orang Galilea. Kaum Farisi tampak membencinya.
Claudia : Orang Galilea? Siapa maksudmu?
Abenader : Yesus dari Nazaret.
Adegan 3 :
Yesus di hadapan Mahkamah Agama
Dalam perjalanan menuju rumah Imam Besar,
prajurit-prajurit membelenggu Yesus dengan rantai serta memukuliNya tanpa
perasaan. Sesampai di rumah Imam Besar, Yesus dihadapkan kepada Imam Kayafas,
para Ahli Taurat serta para pengawalnya. Sementara Petrus, Maria dan saudaranya
melihat dari kejauhan.
Kayafas : Siapa pengemis yang kau bawa ini?!
Pengawal 1 : Dia Yesus! Orang Nazaret si pembawa onar itu!
(memukul wajah Yesus)
Kayafas : Kau Yesus dari Nazaret? Kata mereka kau Raja, dimana
kerajaanmu?. Kau dari silsilah Raja siapa?
(membentak)
Bicaralah! Bukankah kau anak tukang kayu? Ada
yang bilang kau Ellia?
Mengapa
kau tak bicara, kau dibawa kesini sebgai penghujat! Apa jawabanmu atas tuduhan
itu? Bela dirimu!
Yesus : Aku telah bicara terus terang pada semua
orang, aku telah mengajar di bait Allah. Tanyakan pada mereka yang telah
mendengar ajaranku.
Pengawal 2 : Begitukah caramu menjawab Imam besar? Dengan
sombong! (memukul Yesus hingga jatuh)
Yesus : Jika ucapanku salah, tunjukkan kesalahannya;
Jika ucapanku benar, mengapa kau tampar aku?
Kayafas : Kita dengarkan kesaksian mereka atas
penghujatanmu. Baik, kita dengarkan pengakuan mereka!
A. Taurat 1 : Dia menyembuhkan orang sakit dengan bantuan
Iblis.
A. Taurat 2 : Dia mengusir Iblis dengan bantuan Iblis.
A. Taurat 3 : Dia menyebuit dirinya Raja Yahudi.
A. Taurat 4 : Tidak! Dia menyebut dirinya Anak Allah. Ia
bilang ia akan merubuhkan bait Allah dan mendirikannya lagi dalam 3 hari
(meludah depan Yesus)
A.Taurat 5 : Yang lebih buruk, ia mengaku dirinya Roti
Kehidupan dan jika makan daging dan minum darahnya kita mewarisi kehidupan kekal.
(orang-orang
bersorak dan mencemooh Yesus)
Kayafas : Diam! Kalian tersihir kata-katanya. Tidak
seorangpun dapat membuktikan kesalahannya.
Ahli Taurat : Dia harus dihukum. Dia penghujat!
Kayafas : Tidak ada yang mau kau katakan? Tak kau
sangkal tuduhan mereka? Aku bertanya, Yesus orang Nazaret, apakah kau seorang
Mesias? Anak Allah yang hidup?
Yesus : Akulah Dia! Dan kamu akan melihat Anak Manusia
duduk disebelah kanan Allah Yang Maha Kuasa dan datang ditengah-tengah awan di
langit.
Kayafas : (berteriak)
Penghujatan!! Kamu telah mendengar dia. Tak perlu saksi lagi. Apa putusanmu?
Orang-orang : (bersorak) Hukuman mati!!
(lalu Kayafas
dan pengawalnya menampar, meludahi dan memukul Yesus. Sementara itu pengawal
menanyai Petrus dan hendak menangkap Petrus juga)
Pengawal 1 : Bukankah kulihat kau bersama-sama orang
Galilea itu?
Pengawal 2 : Ya! Kau salah satu muridnya, kukenali kau!
Petrus : Diam! Aku tak pernah bertemu dengannya. Aku
tak kenal Dia!
Pengawal 1 : kau Petrus, salah satu muridnya!
Petrus : Aku tak kenal dia, kau keliru!
Pengawal 2 : Stop! Aku pernah melihatmu. Tahan dia, dia
pengikutnya!
Petrus : Kau keliru keparat! Aku belum pernah
melihatnya
Begitulah, seperti yang pernah diucapkan Yesus
pada Perjamuan malam, Petrus menyangkal Yesus 3x sebelum ayam berkokok.
Adegan 4 :
Yudas bunuh diri
Sementara itu, Yudas merasa bersalah dan menyesal
telah menghianati Yesus. Yudas menghadap Kayafas.
Yudas : Lepaskan dia! Ambillah uang perak ini. Aku
telah berdosa menghianati darah tak berdosa. Ambil uang perak ini, aku tidak
membutuhkannya.
Kayafas : Jika kau merasa menghianati darah tak berdosa,
itu bukan urusanku. Ambillah uang itu dan pergilah.
Yudas : (melempar uang ke Kayafas)
(Lalu Yudas
pergi didalam penyesalan dan defresi hingga ia mengambil keputusan untuk bunuh
diri)
Adegan 5 :
Yesus di hadapan Pilatus
Claudia istri Pilatus
mengetahui tentang Yesus dan mencobak membujuk suaminya itu agar tidak
menghukum Yesus.
Claudia : Jangan hukum si Galilea itu! Dia orang suci,
kamu hanya akan membuat persoalan bagi dirimu!
Pilatus : Tahukah kau yang disebut persoalan Claudia?,
bau busuk pos jaga ini, kaum gembel kotor diluar sana ! Itulah persoalan.
(Sementara itu
Yesus digiring menuju sidang menghadap Pilatus .
Pilatus menghampiri rombongan Yesus dan
bertanya.)
Kayafas : Andai dia bukan penjahat tak akan kami
serahkan kepadamu!
Kayafas : Gubernur, kau tahu hak kami sudah dicabut
untuk menghukum mati orang.
Pengawal : Dia melanggar hari Sabat, dia hasut rakyat
mengerjakan ajaran sesat.
Kayafas : Yang mulia, ku mohon… Dia mengagungkan dirinya
sebagai anak Daud. Ia mengaku dirinya Mesias Raja Yahudi yang dijanjikan. Ia
larang pengikutnya bayar upeti pada Kaisar Gubernur.
Abenader : Bawa dia kesini!
(Prajurit membawa Yesus menghadap Pilatus
keruangannya)
Yesus : Pertanyaan ini berasal darimu? Atau kau
menanyaiku karena telah mendengar siapa aku?!
Yesus : Kerajaanku bukan dari dunia ini.
Yesus : Untuk itulah aku lahir! Untuk memberi
kesaksian tentang kebenaran. Semua orang yang mendengar kebenaran, mendengar
suaraku.
Lalu Yesus
digiring kembali kehadapan Imam besar dan Petrus berkata:
Orang-orang bersorak
Kayafas : (berteriak) Gubernur!!!
Abenader : Bawa dia pergi!
(Kayafas dan pengawalnya membawa Yesus kehadapan Raja Herodes)
Adegan 6 :
Yesus dihadapan Raja Herodes
Herodes : Yesus dari Nazaret! Mana dia?
Kayafas : Ini dia!
Herodes : Inikah Yesus dari Nazaret! Benarkah kau
sembuhkan orang buta untuk melihat kembali? Dan kau membangkitkan orang mati?;
darimana kau dapat kekuatan itu?; kaukah yang kelahirannya sudah diramalkan?
(membentak)
Jawab aku! Rajakah kau?, bagaimana dengan aku, maukah kau lakukan sedikit
mukjizat bagiku?
(Yesus tetap diam, sementara pengawal Heroder bersorak
mmengolok-olok Yesus)
Herodes : Hahahaha… hahaha… singkirkan orang bodoh ini
dari pandanganku! Dia tak bersalah atas sebuah kejahatan, dia hanya gila!
Hahaha…
Lalu Kayafas dan pengawalnya membawa Yesus ke
hadapan Pilatus kembali. Sementara itu Claudia
membujuk Pilatus lagi untuk tidak menghukum
Yesus.
Claudia : Jika
kau mau tahu kebenaran, bebaskanlah dia!
(Tiba-tiba Abenader datang)
Abenader : Gubernur, Herodes menolak menghukumnya. Dia
dibawa kesini lagi! Kita perlu pasukan tambahan.
Abenader : Sudah ada pemberontakan.
Adegan 7 : Yesus di hadapan Pilatus
lagi
(orang-orang bersorak protes)
Kayafas : Diam! Hormati Gubernur!
(orang-orang tertawa mengejek)
(pengawal membawa Barabas ke hadapan Kayafas)
Barabas : Arrrgh… aargh!
Kayafas : Dia bukan Mesias. Dia penipu! Dia penghujat!
(berteriak)
Lepaskan Barabas!!
Orang’’ : Lepaskan Barabas… Lepaskan Barabas!
Barabas : (tertawa) Haha..Hahhhha (Pilatus
bingung)
Orang’’ : Lepaskan Barabas… Lepaskan Barabas!
Akhirnya
Pilatus memutuskan membebaskan Barabas
Abenader : Lepaskan Barabas!
Barabas : Hahahaha… (menjulurkan lidah ke Yesus).
Hei…Arrgh… hahaha (pergi mrninggalkan kerumunan).
Kayafas : Salibkan dia!
Lalu pengawal membawa Yesus ketempat penghukuman. Disanalah Ia
disiksa tanpa perasaan oleh para prajurit. Penyiksaan Yesus disaksikan Kayafas
dan Ahliu Taurat lainnya sementara Murid Yesus dan Maria melihat dari kejauhan.
(Saat pengawal bersiap menyiksa Yesus)
Yesus : Hatiku tlah siap Bapa! Hatiku tlah siap!
(Prajurit memukuli Yesus tanpa perasaan hingga badan Yesus
penuh luka, peluh dan darah – Yesus terjatuh – Iblis menatap dari jauh dengan
senang)
Prajurit 1 : Cukup!! (Yesus berdiri)
Prajurit 2 : Lanjutkan hukuman
(prajurit mengambil senjata besi berantai – memukuli Yesus –
Yesus menjerit kesakitan – Maria dan saudaranya menangis dari kejauhan)
Maria : Anakku! Bilamanana, dimana, bagaimana akan Kau
pilih untuk terbebas dari ini?
(Prajurit memukuli Yesus lagi)
Lalu Maria dan saudaranya meninggalkan kerumunan,
lalu Claudia menghampiri mereka. Tanpa berkata-kata ia memberikan kain putih
kepada Maria lalu pergi
(Penyiksaan
masih terus berlanjut – Yesus tertidur ditanah – Iblis dan bayinya menyaksikan
_ Abenader datang)
Abenader : Hentikan! Cukup! Kau diperintah untuk
menghukum orang ini bukan menyiksa sampai mati! Singkirkan dia, pergilah! Bawa
dia dari sini!
(prajurit melepaskan borgol Yesus – Yesus dibawa pergi)
Adegan 8 :
Yesus di olok-olok
Setelah Yesus dibawa pergi, Maria dan saudaranya
mendekati tempat Yesus disiksa, lalu Maria membersihkan bekas darah Yesus
dengan kain pemberian Claudia. Sementara itu para prajurit nenyematkan mahkota
duri ke kepala Yesus dan mengolok-ngolokNya.
Prajurit 1 : Baginda… terima ini!
Prajurit 2 : Hahaha… Hahha… mahkota duri yang indah!
Prajurit 1 : lihat dia! Raja cacing!
Prajurit 2 : salam raja cacing! Hahaha
(prajurit memukul Yesus)
Prajurit 1 : Kami disini menghormatimu!, baginda! (meminum
air dan menyemburkan air itu ke wajah Yesus)
Adegan 9 : Keputusan
Pilatus
Kemudian Yesus
dihadapkan pada Pilatus lagi untuk mendengar
keputusan sang Gubernur.
Kayafas : salibkan Dia!
Orang-orang : salibkan Dia ,haruskah ku salibkan RajaMu??
Kayafas : Raja kami hanya Kaisar
Yesus : kau tidak memiliki kuasa atasKu!
Pengawal : jika Anda bebaskan Dia,Anda bukan sahabat
Kaisar anda harus salibkan Dia
Orang-orang : salibkan Dia
Pengawal : (memukuli rakyat,melihat itu Pilatus
menyerah dengan mengangkat tangannya)
Pilatu : Kamulah yang ingin menyalibkan, bukan aku.
Lakukan sendiri,aku tak bersalah atas orang ini. Abenader,lakukan seperti kehendak
mereka
Adegan 10 : Yesus
di bawa ke Golgota
Lalu Yesus di
bawa ke tempat tengkorak (Golgata) - Yesus berjalan sambil memikul salibNya
Yesus : Aku
hamba Mu, Bapa, hambaMu dan anak hamba perempuanMu.
(Yesus terus barjalan,semantara Maria dan muridNya mengikuti
dari jauh karena Maria ingin
menolong ketika
Yesus jatuh,prajurit memukul lagi,saat Yesus jatuh lagi Maria menjerit meng
hampiriNya)
Yesus : Ibu!!
Maria : Aku
di sini….Aku di sini
Yesus : Ibu,lihtlah,Aku
membuat segala sesuatunya baru
Lalu Yesus berjalan memikul salibnya lagi dan pengawal terus memukuliNya .di tengah
perjalanan menuju Golgata,para prajurit menahan seorang bernama Simon dari
Kirene untuk membantu memikul salib Yesus.
Prajurit : hei,kamu!
bantu dia!
Simon : tidak.itu
bukan urusan Ku, suruh orang lain saja
Prajurit : tolonglah
Dia , Ia
orang suci turuti kataku
Simon : baiklah,tapi
aku tak bersalah,aku di paksa memikul salib ini
Lalu Simon orang Kirene itu memikul salib Yesus
dan menopang Yesus di pundak kanannya. Mereka berjalan menuju Golgata tempat
Yesus akan di salibkan bersama-sama dengan du penjahat yang juga akan di
salibkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar