PESIMIS..! NO WAY….
HAI BLOGGERS…Kali ini aku mau berbagi motivasi yang kudapatkan dari sebuah buku yang berjudul “FULFILLING LIFE” karangan Parlindungan Marpaung, seorang motivator di Indonesia. Sebenarnya banyak pelajaran yang kudapat dari buku ini, tapi yang paling menyentuh disanubariku adalah masalah pesimis. Mungkin karena akhir-akhir ini aku kerapkali merasa khawatir dan resah terhadap sebuah penantian, sehingga ketika membaca bagian pesimis ini aku merasa diingatkan bahwa sebenarnya tidak ada alasan buatku untuk pesimis. Toh aku masih muda, perjalanan hidupku masih panjang dan setiap permasalahan yang kualami sekarang akan berujung pada oase penyelesaian. Hanya saja aku memang harus mengatasi rasa pesimisku sehingga memiliki semangat untuk bergerak maju, bukan menyesali kebelumberhasilanku…
Nah hal inilah yang sebaiknya harus kita tahu, bagaimana mengubah sikap pesimis menjadi optimis hingga kita mampu menjalani kehidupan ini begitu nikmat dan bermakna? Ini resepnya:
1. Menyadari bahwa tidak ada satupun permasalahan didunia ini yang melebihi kekuatan manusia. Orang melihat suatu masalah tidak bisa diselesaikan karena dia berfokus pada masalahnya yang sulit, bukan pada dirinya sendiri yang masih memilki peluang untuk mengatasi masalah.
2. Identifikasi akar permasalahan yangkita hadapi saat ini yang membuat kita pesimis dan putus asa. Gunakan “5 why” untuk hal ini: mengapa demikian…. Tanya lagi, hingga 5 kali. Kemungkinan besar kemungkinan kita menemukan akar masalahnya. Kita akan merasa ternyata masalah tersebut ringan dan tidak ada gunanya pesimis dan putus asa.
3. Mengubah sudut pandang diri dalam melihat masalah. Sebagai ilustrasi kata impossible (tidak mungkin) diubah menjadi I’m possible (saya mungkin). Selain itu ada istilah yang dapat dipersepsi negative ataupun positif, yaitu kata opportunityisnowhere yang dapat dipersepsi menjadi opportunity is nowhere (kesempatan tidak ada dimana-mana) atau opportunity is now here (kesempatan itu ada disini sekarang).
4. Ambil hikmah untuk setiapa kejadian, dan cari teman bicara untuk memudahkan kita belajar dari kejadian tersebut. Sekuat mungkin, catatlah setiap hikmah dari segala kejadian yang kita alami.
5. Buka kembali foto-foto atau tayangan video yang sukses atau kegembiraan masa lalu, dan kita akan melihat bahwa sebenarnya kita memiliki potensi untuk melakukan apa yang kita raih. Kita yang dulu dengan yang sekarang sebenarnya sama, yang membedakan hanyalah bagaimana kita merespon setiap kejadian yang terjadi.
6. Membaca buku-buku yang memotivasi kita dan menonton tayangan yang membangkitkan semangat kita.
7. Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan semangat maka optimis mereka akan tertular kepada kita. Untuk sementara jangan bergaul dengan “apel busuk”, kita akan mudah busuk karenanya. Sebab sebuah apel busuk jika dimasukkan kedalam keranjang buah maka akan membusukkan semuanya.
8. Investasikan kembali apa yang menjadi hobi dan minat kita dan mulailah melakukan hobi itu kembali sekalipun dengan sedikit enggan. Lama kelamaan kita akan merasakan bahwa mengerjakan sesuatu yang kita senangi akan membangkitkan motivasi dan kreatifitas yang belum terpikirkan sebelumnya.
9. Mulailah berolahraga dengan teratur. Terkesan sepele, tetapi dalam tubuh yang sehat tidak dipungkiri terdapat jiwa yang sehat.
10. Tingkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan ibadah kita. Ilmu psikologi tidak pernah menjanjikan penyelesaian masalah hingga tuntas. Psikolologi hanya memberikan kerangka berpikir bagaimana menjalaninya. Melalui ibadah yang kita lakukan kita akan menemukan bahwa Tuhan adalah jawaban dari setiap permasalahan kita.
Nah…Demikianlah resep mengatasi rasa pesimis, semoga berguna bagi kita semua….!
Sumber : Parlindungan Marpaung, Fulfilling Life, Bandung, MQ Publishing, 2007