Kamis, 02 Mei 2013

PESIMIS...NO WAY...

PESIMIS..! NO WAY….
HAI BLOGGERS…
Kali ini aku mau berbagi motivasi yang kudapatkan dari sebuah buku yang berjudul “FULFILLING LIFE” karangan Parlindungan Marpaung, seorang motivator di Indonesia. Sebenarnya banyak pelajaran yang kudapat dari buku ini, tapi yang paling menyentuh disanubariku adalah masalah pesimis. Mungkin karena akhir-akhir ini aku kerapkali merasa khawatir dan resah terhadap sebuah penantian, sehingga ketika membaca bagian pesimis ini aku merasa diingatkan bahwa sebenarnya tidak ada alasan buatku untuk pesimis. Toh aku masih muda, perjalanan hidupku masih panjang dan setiap permasalahan yang kualami sekarang akan berujung pada oase penyelesaian. Hanya saja aku memang harus mengatasi rasa pesimisku sehingga memiliki semangat untuk bergerak maju, bukan menyesali kebelumberhasilanku…
Nah hal inilah yang sebaiknya harus kita tahu, bagaimana mengubah sikap pesimis menjadi optimis hingga kita mampu menjalani kehidupan ini begitu nikmat dan bermakna? Ini resepnya:
1. Menyadari bahwa tidak ada satupun permasalahan didunia ini yang melebihi kekuatan manusia. Orang melihat suatu masalah tidak bisa diselesaikan karena dia berfokus pada masalahnya yang sulit, bukan pada dirinya sendiri yang masih memilki peluang untuk mengatasi masalah.
2. Identifikasi akar permasalahan yangkita hadapi saat ini yang membuat kita pesimis dan putus asa. Gunakan “5 why” untuk hal ini: mengapa demikian…. Tanya lagi, hingga 5 kali. Kemungkinan besar kemungkinan kita menemukan akar masalahnya. Kita akan merasa ternyata masalah tersebut ringan dan tidak ada gunanya pesimis dan putus asa.
3. Mengubah sudut pandang diri dalam melihat masalah. Sebagai ilustrasi kata impossible (tidak mungkin) diubah menjadi I’m possible (saya mungkin). Selain itu ada istilah yang dapat dipersepsi negative ataupun positif, yaitu kata opportunityisnowhere yang dapat dipersepsi menjadi opportunity is nowhere (kesempatan tidak ada dimana-mana) atau opportunity is now here (kesempatan itu ada disini sekarang).
4. Ambil hikmah untuk setiapa kejadian, dan cari teman bicara untuk memudahkan kita belajar dari kejadian tersebut. Sekuat mungkin, catatlah setiap hikmah dari segala kejadian yang kita alami.
5. Buka kembali foto-foto atau tayangan video yang sukses atau kegembiraan masa lalu, dan kita akan melihat bahwa sebenarnya kita memiliki potensi untuk melakukan apa yang kita raih. Kita yang dulu dengan yang sekarang sebenarnya sama, yang membedakan hanyalah bagaimana kita merespon setiap kejadian yang terjadi.
6. Membaca buku-buku yang memotivasi kita dan menonton tayangan yang membangkitkan semangat kita.
7. Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan semangat maka optimis mereka akan tertular kepada kita. Untuk sementara jangan bergaul dengan “apel busuk”, kita akan mudah busuk karenanya. Sebab sebuah apel busuk jika dimasukkan kedalam keranjang buah maka akan membusukkan semuanya.
8. Investasikan kembali apa yang menjadi hobi dan minat kita dan mulailah melakukan hobi itu kembali sekalipun dengan sedikit enggan. Lama kelamaan kita akan merasakan bahwa mengerjakan sesuatu yang kita senangi akan membangkitkan motivasi dan kreatifitas yang belum terpikirkan sebelumnya.
9. Mulailah berolahraga dengan teratur. Terkesan sepele, tetapi dalam tubuh yang sehat tidak dipungkiri terdapat jiwa yang sehat.
10. Tingkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan ibadah kita. Ilmu psikologi tidak pernah menjanjikan penyelesaian masalah hingga tuntas. Psikolologi hanya memberikan kerangka berpikir bagaimana menjalaninya. Melalui ibadah yang kita lakukan kita akan menemukan bahwa Tuhan adalah jawaban dari setiap permasalahan kita.
Nah…Demikianlah resep mengatasi rasa pesimis, semoga berguna bagi kita semua….!
Sumber : Parlindungan Marpaung, Fulfilling Life, Bandung, MQ Publishing, 2007

Minggu, 10 Maret 2013

'KEBUTUHAN DASAR MANUSIA"

Stephen Hong dalam buku 'PEMUDA DAN KRISIS ZAMAN' menggungkapkan 4 hal kebutuhan yang paling besar bagi manusia yaitu:
1) kebutuhan akan kasih; 
2) kebutuhan akan pengampunan;
3) kebutuhan akan tujuan hidup;
4) kebutuhan akan pengharapan.

Jika manusia sampai kehilangan keempat hal ini maka ia akan menjadi gila dan membunuh dirinya sendiri. Tidak ada perbedaan, entah kita kaya atau miskin, berkedudukan atau rakyat jelata, berpendidikan tinggi atau bersahaja. Pada saat seseorang kehilangan identitas, pengharapan, tujuan hidup, kasih dan pengampunan, maka ia akan membunuh dirinya sendiri. Demikianlah pendapat Stephen Hong.

Bagiku manusia memang membutuhkan keempat hal diatas. Keempatnya merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain dan memiliki kekuatan masing-masing pula. KASIH merupakan elemen paling penting dalam kehidupan ini. Tanpa kasih bagaimana mungkin kita bisa hidup..? Demikian pula dengan PENGAMPUNAN, jika manusia tidak mau mengampuni bisa kita bayangkan dunia ini tidak akan bertahan karena setiap harinya selalu saja ada perselisihan, kesalahpahaman dan pertikaian bukan?Bagaimana kita mengatasinya tanpa adanya pengampunan?

Selanjutnya TUJUAN HIDUP,, ini bagian sangat penting menurutku. Sebagai manusia yang diciptakan Tuhan paling mulia diantara mahluk lainnya, sudahkah kita mencari tau apa tujuan hidup kita? Jika kita tak punya tujuan hidup, maka sama saja kita seperti benda mati yang hanya bisa bergerak bila digerakkan orang lain, artinya tidak berdaya jika tidak ada orang lain....

Terakhir ialah PENGHARAPAN....
Pengharapan sangat kita dibutuhkan untuk bergerak maju ke arah yang lebih baik. Dengan adanya harapan maka kita akan termotivasi untuk berusaha dan bekerja keras untuk menggapai cita-cita dan target kita. Setiap saat kita mungkin saja aka mengalami kegagalan, tetapi dengan adanya pengharapan maka kita bangkit dan berusaha kembali. Pengharapan akan tumbuh jika kita memiliki hubungan yang baik dengan Yang Maha Kuasa sebab padaNya lah terdapat pengharapan yang kita butuhkan.

Maka berdasarkan hal diatas, sangatlah tepat Stephen Hong mengatakan bahwa kasih, pengampunan, tujuan hidup dan pengharapan adalah kebutuhan dasar manusia, kebutuhan yang harus tertanam dalam sanubari kita jauh sebelum kita memikirkan kebutuhan primer, sekunder, tersier dsb. Jika kita sudah memiliki keempat kebutuhan ini maka kita akan senantiasa menikmati hidup ini.

Jumat, 08 Maret 2013

Kesan Pertama



Hai blogger....senang rasanya, akhirnya aku punya blog pribadi juga. Udah lama aku pengen punya blog dan baru terealisasi sekarang....

Perkenalkan, namaku Rita Nelly Sartika Pakpahan. Dalam dunia blogger aku masih pemula sehingga tampilan blog ini pun terlihat sangat sederhana bukan? Rencananya melalui blog ini aku akan menulis banyak hal,mulai dari perasaan, visi dan misi, aktifitas dan banyak hal lainnya. Selain ingin melatih kemampuan menulisku,aku juga ingin berbagi banyak hal dengan blogger-blogger semua.

so... inilah kesan pertamaku, semoga kedepannya blog ini bermanfaat tidak hanya bagiku,tetapi bagi blogger dan pembaca yang mampir ke blog ini....

DRAMA PASKAH "KEBANGKITAN YESUS"

Sebuah fragmen karya HKBP Takengon yang diperankan oleh Punguan Ina HKBP Takengon untuk memperingati hari paskah tahun 2012. Drama ini diada...