Rabu, 11 September 2019

DRAMA PASKAH "KEBANGKITAN YESUS"

Sebuah fragmen karya HKBP Takengon yang diperankan oleh Punguan Ina HKBP Takengon untuk memperingati hari paskah tahun 2012. Drama ini diadaptasi dari kitab injil yang menceritakan kisah nyata Kebangkitan Yesus dihadapan parab muridNya.

KEBANGKITAN YESUS



PEMAIN:
Thomas              :  Ny. H. Sinaga
Andreas             :  Ny. M. Sinaga
Petrus                :  Ny. J. Simorangkir
Yohanes             :  Ny. A. Sitohang
M.Magdalena      :  Ny. HT. Hutapea
M. Yohana          :  Ny. RM. Nadeak
M.Ibu Yakobus   : Ny. S. Waruwu
Malaikat             :  Ny. JR. Saragih
Prajurit 1           :  st. R. Pardede
Prajurit 2           :  st. R. Simamora   
Fragmen 1: Kembali menjadi penjala ikan
Pemain:
Petrus
Thomas
Andreas
Malaikat
(Setting: Di sudut  panggung, nampak tiga orang murid Yesus yaitu Petrus, Thomas dan Andreas sedang duduk termenung-menung.
Narator    : setelah kematian Yesus, tampaklah tiga orang murid Yesus yaitu Petrus, Thomas dan Andreas sedang duduk termenung-menung. Mereka tampak putus harapan karena kematian Guru Agung mereka beberapa hari sebelumnya.
Thomas     : (Berdiri dengan lesu, Kemudian menatap kosong jauh ke depan) Sekarang, apa yang akan kita lakukan untuk hari-hari ke depan? Kita tidak bisa terus-terusan meratapi kematian Guru kita seperti ini…..
Andreas    : (Menarik nafas panjang). Aku sendiri juga bingung….aku tidak tahu bagaimana menghadapi situasi seperti ini…aku merasa seperti ditinggalkan oleh orang yang begitu dekat, yang begitu kuhormati dan kukagumi. Tidak kusangka, hanya seperti ini akhirnya…..hmmmmhh (kembali menarik nafas panjang).
Petrus       : (Sambil memeriksa jala ikan) Yang sudah terjadi biar terjadi. Yang sudah mati tidak akan kembali lagi. (mengemasi jala lalu bangkit berdiri). Aku tidak mau seperti ini terus…Tidak ada gunanya! Lebih baik aku kerja menjala ikan lagi. Terserah kalian mau ikut atau tidak... (meninggalkan para murid yang saling berpandangan)
Thomas     : Petrus, tunggu, aku ikut denganmu mencari ikan…!
Andreas    : Aku juga ikut (Para murid pergi menjala ikan)
Narator    : Benar-benar memprihatinkan. Tiga tahun lebih mereka bersama dengan Yesus, tetapi tetap saja tidak bisa mempercayai sepenuhnya ucapan Yesus. Berkali-kali Yesus berkata bahwa Ia akan bangkit kembali setelah tiga hari kematianNya, mengapa mereka masih saja tidak percaya? Sekarang mereka malah kembali sibuk bekerja menjala ikan….padahal Yesus telah menetapkan mereka menjadi penjala manusia.
Fragmen 2: Berita Kebangkitan Kepada Tiga Perempuan Yang Berziarah
Pemain:
Maria Magdalena
Maria Yohana
Maria Ibu Yakobus
Prajurit 1
Prajurit 2
Malaikat
Narator    : pada hari ketika setelah Yesus mati, tampaklah Malaikat Tuhan turun dan menggulingkan batu penutup kubur Yesus. Ketika itu terjadi gempa yang sangat luar biasa dahsyatnya.
(Gempa dahsyat-prajurit Romawi yang menjaga kubur ketakutan).
Prajurit 1  : Gempa ini luar biasa dahsyatnya.. Saya tidak pernah mengalami gempa sedahsyat ini.
Prajurit 2 : Benar! Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang?
Prajurit 1  : Sebaiknya kita tinggalkan tempat ini!
Prajurit 2 : lalu bagaimana dengan tanggung jawab kita disini?
Prajurit 1  : Ahhh.. aku tidak peduli! Daripada aku mati disini. (bergegas pergi)
Prajurit 2 : (mengikut temannya juga bergegas pergi)
(Kemudian muncul Maria dkk menuju kubur itu untuk merempah-rempahi jasad Yesus. Mereka terlibat obrolan.)
M. Magdalena  :      Maria, bagaimana kita mau masuk kedalam kubur Yesus, sementara pintu kubur Yesus tertutup batu besar.

M. Yohana   : iya juga ya.. bagaimana ini? Atau kita kembali saja ke kota dan meminta bantuan beberapa orang murid Yesus untuk menemani sekaligus menolong kita menggeser batu itu.?
M. I. Yakobus  :      tidak perlu Maria! Mereka terlalu sedih saat ini. Sudahlah kita lihat saja apa yang bisa kita lakukan nanti.
(mereka melanjutkan perjalanan. Sesampai di mulut kubur itu, mereka terkejut karena batu penutup kubur Yesus telah terguling. Seorang Malaikat duduk di dekat mulut gua dengan pakaian bersinar-sinar. Malaikat itu tersenyum kepada ketiga perempuan yang masih kaget bercampur takut itu)
Malaikat     : Jangan takut. Kamu mencari Yesus orang Nazaret yang disalibkan itu kan?, Mengapa kamu mencari Dia yang hidup diantara orang mati? Ia tidak ada disini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakannya kepada kamu, ketia Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari ketiga. Lihatlah sendiri, Ia tidak ada lagi disana!
(Ketiga perempuan itu masuk ke dalam dan mendapati keadaan kubur seperti yang diberitakan Malaikat tadi)
Maria dkk   : Benar!! Tuhan sudah bangkit.
Malaikat     : Sekarang, pergilah dan sampaikan pesan ini kepada murid-murid Yesus bahwa Guru mereka telah menanti kedatangan mereka di Galilea. Di sanalah kamu semua akan melihat Dia yang telah bangkit.
(Ketiga perempuan itu segera meninggalkan tempat itu sambil berlari-lari dengan perasaan gentar dan takut berbaur menjadi satu).
Fragmen 3: Maria menjumpai para murid; Thomas bertemu Yesus
Pemain:
Maria dkk
Petrus
Yohanes
Thomas
M. Magdalena          :         Petrus, tadi pagi-pagi benar kami ingin meminyaki tubuh Yesus, tapi kami melihat kubur Yesus sudah terbuka. Dan kami bertemu seorang malaiakat yang berkata bahwa Yesus telah bangkit. Dan kami melihatnya sendiri, kuburan Yesus sudah kosong.
Petrus         : benarkah seperti itu? Ayo kita buktikan!
Yohanes      : Iya, aku juga ikut! (bergegas pergi)
(Petrus dan Yohanes berlari menuju kubur Yesus, Yohanes berlari lebih cepat dari Petrus )
(Yohanes Tiba dahulu di kubur sementara Petrus datang kemudian )
Yohanes      : kubur Yesus sudah kosong!
Petrus         : (Melompat masuk dan keluar kembali) Benar! Tuhan sudah bangkit. Mari kita beritahukan kepada teman-teman lain tentang kabar baik ini.
(petrus dan Yohanes berjaan dan bertemu Thomas)
Yohanes      : Thomas, kami sudah melihat Tuhan. Ia telah bangkit dari kematian!
Thomas       : Sebelum aku melihat bekas paku pada tanganNya dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan mencucukkan tanganku kedalam lambungnya sekali-kali aku aku tidak akan percaya.
(Thomas beranjak pergi, para murid mengikuti. Tiba-tiba sayup-sayup terdengar suara Yesus menyapa Thomas)
Suara Yesus : Damai sejahtera bagi kamu! Thomas, taruhlah jarimu disini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan  kedalam lambung-Ku dan jangan Engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah.
(Dengan gemetar Thomas meraba dan mencucukkan tangannya. Semua murid memperhatikan penuh seksama. Setelah itu, Thomas bersujud).
Thomas       : (menangis) Ya Tuhan Allahku, aku percaya
Suara Yesus : karena engkau telah melihat aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang  tidak melihat, namun percaya.

-----------THE END----------

DRAMA JUMAT AGUNG " THE PASSION OF THE CHRIST"

Drama apik diadaptasi dari film berjudul sama karya HKBP Takengon yang diperankan oleh Kategorial Remaja untuk memperingati hari kematian Yesus pada tahun 2010.

THE PASSION OF THE CHRIST


Adegan 1 : Yesus di tangkap
Setelah Yesus berdoa di taman Getsemani, Yesus berbicara kepada murid-muridNya. Tiba-tiba muncullah Yudas salah satu muridNya bersama serombongan orang yang membawa pedang untuk menangkap Yesus. Mereka adalah orang suruhan Imam Besar  dan para Ahli Taurat yang ingin menangkap dan menghukum Yesus karena dianggap sebagai penghujat.

Yesus             :  Siapa yang kalian cari?
Prajurit         :  Yesus orang Nazaret!
Yesus             :  Akulah Yesus…
Yudas            :  (mencium Yesus) Salam Guru!
Yesus             :  Yudas, engkau menghianati Anak Manusia dengan ciuman!

Lalu murid-murid Yesus menyerang para prajurit Imam Besar itu, salah satu murid menghunuskan pedangnya kearah prajurit itu sehinga telinga prajurit itu putus. Tetapi Yesus melerai mereka dan menyambung kembali telinga prajurit itu. Kemudian prajurit membawa Yesus ke rumah Imam Besar, sementara muridNya memberitahu kejadian tersebut kepada Ibu Yesus, Maria. Lalu Maria dan saudaranya pergi menyusul Yesus.

Adegan 2    : Pilatus mendengar berita penangkapan Yesus
Sementara itu, berita penangkapan Yesus telah didengar oleh Abenader pengawal Pilatus, ia pun menghadap Pilatus untuk menceritakan hal tersebut.

Abenader      :  Tuan, ada masalah!
Pilatus           :  Masalah apa?
Abenader      :  Masalah bait Allah. Kayafas menangkap seorang Nabi, orang Galilea. Kaum Farisi tampak membencinya.
Claudia          :  Orang Galilea? Siapa maksudmu?
Abenader      :  Yesus dari Nazaret.

Adegan 3 : Yesus di hadapan Mahkamah Agama
Dalam perjalanan menuju rumah Imam Besar, prajurit-prajurit membelenggu Yesus dengan rantai serta memukuliNya tanpa perasaan. Sesampai di rumah Imam Besar, Yesus dihadapkan kepada Imam Kayafas, para Ahli Taurat serta para pengawalnya. Sementara Petrus, Maria dan saudaranya melihat dari kejauhan.

Kayafas         :  Siapa pengemis yang kau bawa ini?!
Pengawal 1     :  Dia Yesus! Orang Nazaret si pembawa onar itu! (memukul wajah Yesus)
Kayafas         :  Kau Yesus dari Nazaret? Kata mereka kau Raja, dimana kerajaanmu?. Kau dari silsilah Raja siapa?
                        (membentak) Bicaralah! Bukankah kau anak tukang kayu? Ada yang bilang kau Ellia?
                        Mengapa kau tak bicara, kau dibawa kesini sebgai penghujat! Apa jawabanmu atas tuduhan itu? Bela dirimu!
Yesus             :  Aku telah bicara terus terang pada semua orang, aku telah mengajar di bait Allah. Tanyakan pada mereka yang telah mendengar ajaranku.
Pengawal 2    :  Begitukah caramu menjawab Imam besar? Dengan sombong! (memukul Yesus hingga jatuh)
Yesus             :  Jika ucapanku salah, tunjukkan kesalahannya; Jika ucapanku benar, mengapa kau tampar aku?
Kayafas         :  Kita dengarkan kesaksian mereka atas penghujatanmu. Baik, kita dengarkan pengakuan mereka!
A. Taurat 1    :  Dia menyembuhkan orang sakit dengan bantuan Iblis.
A. Taurat 2   :  Dia mengusir Iblis dengan bantuan Iblis.
A. Taurat 3   :  Dia menyebuit dirinya Raja Yahudi.
A. Taurat 4   :  Tidak! Dia menyebut dirinya Anak Allah. Ia bilang ia akan merubuhkan bait Allah dan mendirikannya lagi dalam 3 hari (meludah depan Yesus)
A.Taurat 5    :  Yang lebih buruk, ia mengaku dirinya Roti Kehidupan dan jika makan daging dan minum darahnya kita mewarisi kehidupan kekal.
                        (orang-orang bersorak dan mencemooh Yesus)
Kayafas         :  Diam! Kalian tersihir kata-katanya. Tidak seorangpun dapat membuktikan kesalahannya.
Ahli Taurat   :  Dia harus dihukum. Dia penghujat!
Kayafas         :  Tidak ada yang mau kau katakan? Tak kau sangkal tuduhan mereka? Aku bertanya, Yesus orang Nazaret, apakah kau seorang Mesias? Anak Allah yang hidup?
Yesus             :  Akulah Dia! Dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk disebelah kanan Allah Yang Maha Kuasa dan datang ditengah-tengah awan di langit.
Kayafas         : (berteriak) Penghujatan!! Kamu telah mendengar dia. Tak perlu saksi lagi. Apa putusanmu?
Orang-orang  :  (bersorak) Hukuman mati!!
(lalu Kayafas dan pengawalnya menampar, meludahi dan memukul Yesus. Sementara itu pengawal menanyai Petrus dan hendak menangkap Petrus juga)

Pengawal 1     :  Bukankah kulihat kau bersama-sama orang Galilea itu?
Pengawal 2    :  Ya! Kau salah satu muridnya, kukenali kau!
Petrus           :  Diam! Aku tak pernah bertemu dengannya. Aku tak kenal Dia!
Pengawal 1     :  kau Petrus, salah satu muridnya!
Petrus           :  Aku tak kenal dia, kau keliru!
Pengawal 2    :  Stop! Aku pernah melihatmu. Tahan dia, dia pengikutnya!
Petrus           :  Kau keliru keparat! Aku belum pernah melihatnya

Begitulah, seperti yang pernah diucapkan Yesus pada Perjamuan malam, Petrus menyangkal Yesus 3x sebelum ayam berkokok.

Adegan 4 : Yudas bunuh diri
Sementara itu, Yudas merasa bersalah dan menyesal telah menghianati Yesus. Yudas menghadap Kayafas.

Yudas            :  Lepaskan dia! Ambillah uang perak ini. Aku telah berdosa menghianati darah tak berdosa. Ambil uang perak ini, aku tidak membutuhkannya.
Kayafas         :  Jika kau merasa menghianati darah tak berdosa, itu bukan urusanku. Ambillah uang itu dan pergilah.
Yudas            :  (melempar uang ke Kayafas)
(Lalu Yudas pergi didalam penyesalan dan defresi hingga ia mengambil keputusan untuk bunuh diri)

Adegan 5 : Yesus di hadapan Pilatus
Claudia istri Pilatus mengetahui tentang Yesus dan mencobak membujuk suaminya itu agar tidak menghukum Yesus.

Claudia          :  Jangan hukum si Galilea itu! Dia orang suci, kamu hanya akan membuat persoalan bagi dirimu!
Pilatus           :  Tahukah kau yang disebut persoalan Claudia?, bau busuk pos jaga ini, kaum gembel kotor diluar sana! Itulah persoalan.

(Sementara itu Yesus digiring menuju sidang menghadap Pilatus. Pilatus menghampiri rombongan Yesus dan bertanya.)

Pilatus           :  Selalukah kau hukum tahananmu sebelum diadili? Apa tuduhanmu atas orang ini?
Kayafas         :  Andai dia bukan penjahat tak akan kami serahkan kepadamu!
Pilatus           :  bukan itu yang kutanyakan. Hakimi dia menurut hukummu.
Kayafas         :  Gubernur, kau tahu hak kami sudah dicabut untuk menghukum mati orang.
Pilatus           :  Hukuman mati? Apa yang dilakukan orang ini sampai ia harus dihukum mati?
Pengawal       :  Dia melanggar hari Sabat, dia hasut rakyat mengerjakan ajaran sesat.
Pilatus           :  Bukankah 5 hari yang lalu dia Nabi yang kalian sambut dari yerusalem? Kini kau ingin dia mati, jelaskan padaku kegilaan ini.
Kayafas         :  Yang mulia, ku mohon… Dia mengagungkan dirinya sebagai anak Daud. Ia mengaku dirinya Mesias Raja Yahudi yang dijanjikan. Ia larang pengikutnya bayar upeti pada Kaisar Gubernur.
Abenader      :  Bawa dia kesini!
(Prajurit membawa Yesus menghadap Pilatus keruangannya)
Pilatus           :  Minumlah! (Yesus diam)
Pilatus           :  Kau Raja Yahudi?
Yesus             :  Pertanyaan ini berasal darimu? Atau kau menanyaiku karena telah mendengar siapa aku?!
Pilatus           :  Untuk apa kutanyakan padamu? Orang Yahudikah aku? Imam-imam besarmu, bangsamu sendiri menyerahkanmu padaku minta agar kau dihukum! Kenapa? Apa yang telah kau lakukan? Apa kau Raja?
Yesus             :  Kerajaanku bukan dari dunia ini.
Pilatus           :  Jadi kau ini Raja?
Yesus             :  Untuk itulah aku lahir! Untuk memberi kesaksian tentang kebenaran. Semua orang yang mendengar kebenaran, mendengar suaraku.
Pilatus           :  Kebenaran? Apa itu kebenaran?

Lalu Yesus digiring kembali kehadapan Imam besar dan Petrus berkata:
Pilatus           :  Aku telah bertanya kepada orang ini. Tak satupun kesalahan nya kutemukan.
Orang-orang bersorak
Pilatus           :  Bukankah dia orang Galilea? Dia miliknya Raja Herodes, biarkan Herodes mengadili dia.
Kayafas         :  (berteriak) Gubernur!!!
Abenader      :  Bawa dia pergi!
(Kayafas dan pengawalnya membawa Yesus kehadapan Raja Herodes)

Adegan 6 : Yesus dihadapan Raja Herodes
Herodes        :  Yesus dari Nazaret! Mana dia?
Kayafas         :  Ini dia!
Herodes        :  Inikah Yesus dari Nazaret! Benarkah kau sembuhkan orang buta untuk melihat kembali? Dan kau membangkitkan orang mati?; darimana kau dapat kekuatan itu?; kaukah yang kelahirannya sudah diramalkan?
                        (membentak) Jawab aku! Rajakah kau?, bagaimana dengan aku, maukah kau lakukan sedikit mukjizat bagiku?
(Yesus tetap diam, sementara pengawal Heroder bersorak mmengolok-olok Yesus)
Herodes        :  Hahahaha… hahaha… singkirkan orang bodoh ini dari pandanganku! Dia tak bersalah atas sebuah kejahatan, dia hanya gila! Hahaha…

Lalu Kayafas dan pengawalnya membawa Yesus ke hadapan Pilatus kembali. Sementara itu Claudia membujuk Pilatus lagi untuk tidak menghukum Yesus.
Claudia          :  Jika kau mau tahu kebenaran, bebaskanlah dia!
Pilatus           :  Kebenaran? Mau tahu kebenaran bagiku? Jika aku bebaskan dia, maka Kaisar bersumpah darah berikutnya adalah aku. Itulah kebenaran ku.
(Tiba-tiba Abenader datang)
Abenader      :  Gubernur, Herodes menolak menghukumnya. Dia dibawa kesini lagi! Kita perlu pasukan tambahan.
Pilatus           :  Aku tak ingin ada pemberontakan
Abenader      :  Sudah ada pemberontakan.

Adegan 7 : Yesus di hadapan Pilatus lagi
Pilatus           :  Raja Herodes tidak menemukan kesalahan orang ini, demikian juga aku.
(orang-orang bersorak protes)
Kayafas         :  Diam! Hormati Gubernur!
(orang-orang tertawa mengejek)
Pilatus           :  Kalian tahu, tiap tahun aku bebaskan tahanan bagimu. Dipenjara kami ada seorang pembunuh terkenal, Barabas!
(pengawal membawa Barabas ke hadapan Kayafas)
Barabas         :  Arrrgh… aargh!
Pilatus           :  Siapakah yang kalian kehendaki kubebaskan bagimu? Si pembunuh Barabas atau Yesus yang disebut Mesias?
Kayafas         :  Dia bukan Mesias. Dia penipu! Dia penghujat!
                        (berteriak) Lepaskan Barabas!!
Orang’’           :  Lepaskan Barabas… Lepaskan Barabas!
Barabas         :  (tertawa) Haha..Hahhhha (Pilatus bingung)
Pilatus           :  Kutanya sekali lagi. Siapakah dari 2 orang ini yang harus kubebaskan bagimu?
Orang’’           :  Lepaskan Barabas… Lepaskan Barabas!

Akhirnya Pilatus memutuskan membebaskan Barabas
Abenader      :  Lepaskan Barabas!
Barabas         :  Hahahaha… (menjulurkan lidah ke Yesus). Hei…Arrgh… hahaha (pergi mrninggalkan kerumunan).
Pilatus           :  Apa yang harus kulakukan pada Yesus orang Nazaret ini?
Kayafas         :  Salibkan dia!
Pilatus           :  (melirik Claudia) Tidak! Dia akan kuhukum tapi kemudian akan kubebaskan! Tunjukkan pada mereka apa hukuman keras itu, Abenader! Tapi jangan samapai mereka membunuh orang itu!
Lalu pengawal membawa Yesus ketempat penghukuman. Disanalah Ia disiksa tanpa perasaan oleh para prajurit. Penyiksaan Yesus disaksikan Kayafas dan Ahliu Taurat lainnya sementara Murid Yesus dan Maria melihat dari kejauhan.
(Saat pengawal bersiap menyiksa Yesus)
Yesus             :  Hatiku tlah siap Bapa! Hatiku tlah siap!
(Prajurit memukuli Yesus tanpa perasaan hingga badan Yesus penuh luka, peluh dan darah – Yesus terjatuh – Iblis menatap dari jauh dengan senang)
Prajurit 1       :  Cukup!! (Yesus berdiri)
Prajurit 2      :  Lanjutkan hukuman
(prajurit mengambil senjata besi berantai – memukuli Yesus – Yesus menjerit kesakitan – Maria dan saudaranya menangis dari kejauhan)
Maria            :  Anakku! Bilamanana, dimana, bagaimana akan Kau pilih untuk terbebas dari ini?
(Prajurit memukuli Yesus lagi)

Lalu Maria dan saudaranya meninggalkan kerumunan, lalu Claudia menghampiri mereka. Tanpa berkata-kata ia memberikan kain putih kepada Maria lalu pergi

(Penyiksaan masih terus berlanjut – Yesus tertidur ditanah – Iblis dan bayinya menyaksikan _ Abenader datang)
Abenader      :  Hentikan! Cukup! Kau diperintah untuk menghukum orang ini bukan menyiksa sampai mati! Singkirkan dia, pergilah! Bawa dia dari sini!
(prajurit melepaskan borgol Yesus – Yesus dibawa pergi)

Adegan 8 : Yesus di olok-olok
Setelah Yesus dibawa pergi, Maria dan saudaranya mendekati tempat Yesus disiksa, lalu Maria membersihkan bekas darah Yesus dengan kain pemberian Claudia. Sementara itu para prajurit nenyematkan mahkota duri ke kepala Yesus dan mengolok-ngolokNya.
Prajurit 1       :  Baginda… terima ini!
Prajurit 2      :  Hahaha… Hahha… mahkota duri yang indah!
Prajurit 1       :  lihat dia! Raja cacing!
Prajurit 2      :  salam raja cacing! Hahaha
(prajurit memukul Yesus)
Prajurit 1       :  Kami disini menghormatimu!, baginda! (meminum air dan menyemburkan air itu ke wajah Yesus)

Adegan 9    : Keputusan Pilatus
Kemudian Yesus dihadapkan pada Pilatus lagi untuk mendengar keputusan sang Gubernur.
Pilatus           : (memegang Yesus)lihatlah manusia ini,kalian sudah puas?
Kayafas         : salibkan Dia!
Pilatus           : tidakkah ini cukup,lihatlah Dia?
Orang-orang  :  salibkan Dia ,haruskah ku salibkan RajaMu??
Kayafas         : Raja kami hanya Kaisar
Pilatus           : bicaralah padaKu! Aku punya kuasa salibkan atau bebaskan
Yesus             : kau tidak memiliki kuasa atasKu!
Pengawal       : jika Anda bebaskan Dia,Anda bukan sahabat Kaisar anda harus salibkan Dia
Orang-orang  : salibkan Dia
Pengawal       : (memukuli rakyat,melihat itu Pilatus menyerah dengan mengangkat tangannya)
Pilatu            : Kamulah yang ingin menyalibkan, bukan aku. Lakukan sendiri,aku tak bersalah atas orang ini. Abenader,lakukan seperti kehendak mereka
Adegan 10   :         Yesus di bawa ke Golgota

Lalu Yesus di bawa ke tempat tengkorak (Golgata) - Yesus berjalan sambil memikul salibNya
Yesus             : Aku hamba Mu, Bapa, hambaMu dan anak hamba perempuanMu.

(Yesus terus barjalan,semantara Maria dan muridNya mengikuti dari jauh karena Maria ingin
menolong ketika Yesus jatuh,prajurit memukul lagi,saat Yesus jatuh lagi Maria menjerit meng
hampiriNya)
Yesus             :  Ibu!!
Maria            : Aku di sini….Aku di sini
Yesus             : Ibu,lihtlah,Aku membuat segala sesuatunya baru

Lalu Yesus berjalan memikul salibnya  lagi dan pengawal terus memukuliNya .di tengah perjalanan menuju Golgata,para prajurit menahan seorang bernama Simon dari Kirene untuk membantu memikul salib Yesus.

Prajurit         : hei,kamu! bantu dia!
Simon            : tidak.itu bukan urusan Ku, suruh orang lain saja
Prajurit         : tolonglah Dia, Ia orang suci turuti kataku
Simon            : baiklah,tapi aku tak bersalah,aku di paksa memikul salib ini


Lalu Simon orang Kirene itu memikul salib Yesus dan menopang Yesus di pundak kanannya. Mereka berjalan menuju Golgata tempat Yesus akan di salibkan bersama-sama dengan du penjahat yang juga akan di salibkan.

BAKTI PASKAH "BANGKIT BERSAMA KRISTUS"

Sebuah drama karya HKBP Takengon, diperankan oleh Kategorial Remaja & Punguan Ina untuk memperingati hari PASKAH tahun 2010. 


BANGKIT BERSAMA KRISTUS

Saat Punguan Ina latihan koor :
Inang Pendeta    : Ibu-ibu sekalian, untuk menyambut Paskah tahun ini kegiatan apa yang harus kita lakukan?
Ibu Simamora    : Kalau boleh kita melaksanakan kunjungan ke Panti Asuhan atau Panti Jompo nang!
Ibu Enjel      : Kalau menurut saya, sebaiknya kita mengunjungi jemaat kita yang patut dikunjungi aja nang!
Inang Pendeta : Kira-kira siapa nang?
Ibu Enjel         : Seperti keluarga yang anaknya sakit nang!
Ibu Rina          : Sekalian dengan anak-anak jalanan dan anak brandalan juga!
Ibu Waruwu    : Jangan hanya anak jalanan dan brandalan lah nang, anak-anak yang terpinggirkan pun kan banyak!
Ibu Rina          : Maksudnya apa nang?
Ibu Waruwu    : Yah… orang-orang yang cacat fisik, cacat mental dan yang lainnya nang!
Ibu Simamora  : Bagus juga itu!!
Inang Pendeta : Kalau begitu rencana Punguan Ina untuk Paskah tahun ini adalah : mengunjungi orang sakit; mengunjungi anak brandalan dan anak jalanan; mengunjungi orang-orang yang terpinggirkan.
                        Gimana Ibu-ibu? Setuju?
Inang Remon    : Sorrie nang, kami gak bisa!
Inang Pendeta : Lho, kenapa nang??
Ibu Tohang     : Gini lho nang, kebetulan ada teman kami yang ngajak kami shooping ke Singapur!
Ibu Hutapea    : Saya juga gak bisa nang, karna seperti yang Inang tahu anak saya, adeknya si bungsu kan sakit!
Ibu Pendeta    : Oke lah kalau begitu! Bagaimana kalalu prioritas kunjungan yang kita lakukan itu ke rumah Inang Hutapea, untuk mendoakan anaknya yang sakit! Gimana?
Ibu Remon + Ibu Tohang :  Kalau gitu kami absen dulu nang ya!
Inang Pendeta : Ya sudah gpp, tapi yang lain setuju kan?
Ibu-ibu           : Setuju!!
Inang Pendeta : Kalo gitu, setelah latihan ini kita langsung ke rumah Inang Hutapea yah!
Ibu-ibu           : Songon i pe boi Inang!

(Punguan Ina pergi kerumah Inang Hutapea, ditengah perjalanan mereka berjumpa dengan anak brandalan dan anak jalanan)

Frans              : Woy… apa kegiatan kita neh?! Knapa kaya sepi kali kulihat!
Rika                : Kegiatan kegiatan! Kayak anak sekolahan aja kau!
Frans              : Hahahaha…Habis kulihat kayak diam kali, sakit kupingku kalau gak ada yang ribut-ribut!! Butet, kau belikan dulu minuman, biar pesta-pesta kita!
Ola                 : Beli minuman…? Mana uangnya? Kau yaa…

(anak jalanan lewat sambil ngamen)

Tian                : (mencegat anak jalanan) Hee… sini dulu kau…! Kau pikir bisa lewat-lewat aja!
Yeben             : Apa bang…?
Rika                : Sekarang kau keluarkan uang di kantong kau itu…! Cepat!
Kevin              : Jangan kak! Ini untuk makan kami!
Riki                 : Iya kak…! Bang, kami udah capek ngamen untuk dapat uang ini…!
Frans              : Oh… dah pande melawan kau ya! (menarik baju Riki). Mau kupatahkan tulang kau itu?
Riki                 : Ampun bang…!
Kevin              : Bang, jangan diambil bang!!
Ola                 : Ih…si locot ini..! betul-betul kau yah…! Habislah kau kubuat…! Cepat minta uangnya! (memeriksa kantong anak jalanan)
Anak jalanan    : (menangis) Huuuu…uuuuu
Frans              : Bahhh… nangis pula kau disini! Pergi kau dari sini…! (hampir memukul anak jalanan)
(Ibu-ibu melihat dan menghampiri)
Inang Robbi     : Aduh… apanya kerja kalian ini? Stop…!
Frans              : Kabur coy…! Udah gak asik ni…! (anak jalanan kabur)
Ibu Dedi         : (mencoba mencegat) Hei… jangan lari kalian!
A.Berandal      : Wooo… Gak kena…!
Ibu Aurel        : Ya Tuhan, anak jaman sekarang ya! Gak da sopannya!
A. Jalanan       : (menangis) Huuuu…uuuuu
Ibu Robbi        : Jangan nangis lagi nak..! diapain kalian sama brandal itu?
Dedi               : Uang kami dirampasnya buk… padahal itu uang ngamen kami… Huuu…uuu
Ibu Saragih     : Aduh… tega kalilah preman-preman itu!
Ibu Robbi        : Udah nak, jangan nangis lagi! Teringatnya apa kalian gak sekolah!?
Kevin              : Cari makan aja susah buk! Gimana mo sekolah…
Ibu Robbi        : lho memangnya orang tua kalian kerjanya apa…?
Kevin              : Aku yatim piatu buk (tertunduk sedih)
Ibu Dedi         : Jadi kalian semua yatim piatu? Makanya kalian ngamen?
Yeben             : Kalau aku tinggal sama mamakku buk! Tapi bapakku udah lama gak pulang-pulang, ngamenlah aku untuk cari tambahan untuk uang sekolah!
Ibu Saragih     : Kalo kau knapa ngamen nak?
Riki                 : Kalau aku malas dirumah buk! Gak bahagia aku, mama papa sibuk kerja terus, mending aku tinggal dijalanan…!
Dedi               : Samalah buk, aku juga lebih bahagia di jalanan daripada dirumah sendiri!
Kevin              : Tapi uang kita udah diambil semua sama preman-preman itu, malam ini kita makan apa teman-teman? (A. Jalanan lain menangis)
Ibu Robbi        : Sabar ya nak…! (menghibur dengan firman Tuhan)
                        Ini ada sedikit uang untuk kalian untuk beli makanan!
A. Jalanan       : Makasih ya buk…! Kami pergi dulu…

(A.Jalanan pergi – ibu-ibu sampai dirumah Inang Hutapea)
Ibu-ibu           : Shalom…
Ibu Hutapea    : Masuk nang!
Ibu Rina          : Gimana keadaan adeknya si bungsu?! Udah sehatkan?!
Ibu Hutapea    : Itulah kak, sedih kali kurasa! Terus-terusan datang ujian, padahal aku selalu berdoa untuk kesembuhan adeknya si bungsu ini, tapi ya ginilah, kumat lagi sakitnya! Apa Tuhan gak sayang sama keluarga kami ya…!
Inang pendeta : Jangan gitulah nang! (Menghibur lewat firman Tuhan)
Ibu Rina          : Iya nang, kita jangan lelah berdoa untuk kesembuhan adeknya si bungsu ini!
Inang Pendeta : Betul itu. Untuk itu mari kita berdoa (Ibu-ibu berdoa)
Salsa              : Mam… Mama!! Aku sembuh… Aku sembuh…
Ibu-ibu           : Terima kasih Tuhan, Engkau sungguh luar biasa!!
Inang Pendeta : Ya sudah kalau begitu kami pulang dulu ya nang!
Ibu Hutapea    : Iya nang…! Makasih ya nang… hati-hati dijalan…

(ibu-ibu pulang sementara anak berandalan kembali membuat ulah)
Frans              : Coy, blikanlah minuman itu…! Udah haus kali aku, gak hausnya kau...
Ola                 : Masih kurang uangnya nich bozz….
Frans              : bahhh…koq bisa… berapanya uangnya…!
Rika                : cuman 20 ribu boss! Inikan cuman satu botol dapat. Tanggunglah…        (orang sombong lewat)
Putri               : Ihh… koq kita lewat sini ya! Disinikan banyak gembel-gembel gitu…!
Tian                : hai cewek mau kemana? (mengganggu orang sombong)
Putri               : Apaan sih! Pake pegang-pegang segala! Tangan kau itu jorok tau…!
Frans              : eits… jangan gitulah sama abang keren!
Veni                : Keren apanya…! Ngaca dong! Bisa kebalik dunia ini kalau kalian keren!
Frans              : bahhh… sombongnya! Gini-gini dikampungku,  akulah orang paling ganteng…
Putri               : Apa hebatnya  ganteng di kampung!?
Rika                : Ihh... sok kali lah… kaya paling cantik aja kau!
Veni                : Yuk kita pergi. Malas kali liat gembel-gembel disini!
Frans              : eits… (menahan orang sombong) jangan buru-buru! Santai aja…! Kalian pasti orang kaya kan…!
Veni                : ya iyalah… masa orang miskin…! Emang kalian…
Ola                 : Ouhh.. orang kaya boss… mintalah uangnya…
Veni                : Minta…minta! Sembarangan aja kalau ngomong! Kerjalah…! Dasar pemalas!
Rika                : bahhh… si locot ini,, mulutmu itu yah udah kaya ember! Kujambaklah nanti mulut kau itu… udah bro,,habisin aja…!
Putri               : eh…eh habisin apa nih! Kalian jangan macam-macam yah…!
Yeni                : kalau kalian macam-macam kami laporkan ke polisi!
Veni                : iya,, kalau kalian macam-macam kami akan teriak…!
Frans              : hahahaha… silakan kalian lapor kepolisi,, silakan kalian teriak,, ini daerah kekuasaan kami. Gak ada yang berani sama kami tau…!
Putri               : memang hantu kalian yah… (berteriak). Tolong…tolong…!

(tiba-tiba Ibu Waruwu dan Ibu Enjel lewat)
Ibu Waruwu    : Heee… apa-apaan kalian…! Jangan berantem (ibu-ibu melerai)
Frans              : eee…inang sarge, ikut campur aja ibu-ibu ini…!
Ibu Enjel         : heee… sopan dikit lah kalian ngomong sama orang tua! Kenapa kalian berkelahi…?
Frans              : ahh… sudahlah… yuuk cabut coy…! (A.Brandal pergi)
Ibu Waruwu    : Kalian gak apa-apa kan? Sebaiknya jangan dekat-dekatlah sama orang tadi! Ibu pergi dulu…
Veni                : Iya buk, trims yah! Yuuk jheng kita ngerumpis…
Putri               : Iya jheng… udah lama nih gak kongkow bareng!
Yeni                : Iyyuuu… lama-lama keriput deh kulit eke kalo deket-deket ma gembel tadi…!
Veni                : Kan bisa facial jheng! Don’t worry be happy! Oh iya, aku ada berita bagus nih!
Yeni                : Apaan tu jheng?
Veni                : Tau gak?? Aku kan baru pulang dari Amerika, liat ni tas baru aku! Keren kan! Limited edition bo’…
Putri               : Alah… itu aja dah bangganya setengah mati! Liat nih hape baru aku. Harganya 10juta bo’ keren kan…!
Veni                : Iya… keren juga! Pinjam dong facebookan!
Putri               : Tapi awas lecet ya… hmmm enak banget ya hidup kita…! Bisa beli apa aja!
Veni n Yeni      : Iya dunks.. apa sih yang gak bisa kita beli…!
(anak jalanan lewat, ngamen)
Veni                : aduh knapa sih kuman-kuman selalu ada disekeliling kita!
Yeben             : Kak, kami udah nyanyi nih! Beri kami sedikit uang kak…!
Putri               : whaaat? Kalian mau dolar aku??... oh my God!
Riki                 : Tapi kami butuh uang untuk makan kak, beri sedikit aja…
Putri               : Aduh gimana ya…! Gak ada uang cash nich… ada yang cash, tapi adanya dolar…! Gak mungkin donk dolar aku dikasih ke kuman2 kaya kalian!
Kevin              : Kakak sombongnya selangit yah! Gak mau kasih ya udah… jangan menghina kami gini! Yuk teman-teman kita pergi aja! (a.jalanan pergi)
Yeni                : Yee…pergi aja sana!! Jheng… kita shooping yuuk…
A.Sombong      : Yukk…  (ditengah jalan mereka melihat anak-anak terpinggirkan)

(Juwita membaca buku, Fani memegang boneka, Fendi mengipasi teman-temannya)
Veni                : eh…liat tu jheng! Ada si penyakitan, ada si aneh juga! Samperin yuuk! (menuju anak yang sakit)
Juwita            : (terbata-bata) mau apa kalian??
Yeni                : gak ada!! Mau lihat penampilan lo aja! Ternyata gak ada perubahan yah dari zaman dulu…!
Juwita            : gak usah urus orang… urus aja diri kalian sendiri!
Putri               : eh… mau ngelawan yah!  Ngomong aja susah pake mau ngelawan pula tu! Hahahaha…
Fendi              : Heh, jangan menghina teman aku yah! Kalian pikir sempurna kali hidup kalian itu!
Veni                : eh… emangnya hidup kalian sempurna? Kalian tu cuma anak yang terasingkan tau… hidup kami jelas sempurna lah! Semua bisa kami dapatin! Apa sih yang gak bisa…
Juwita            : Walaupun kalian kaya, tapi kalau kalian sombong itu percuma aja!
Yeni                : Udahlah penyakitan! Gak usah sok ngajarin kita ya!
Fendi              : ehh… udahlah! Pergi gak kalian?! Sebelum kujambak bibir kalian satu-satu!
Putri               : ye… siapa juga mau lama-lama disini! Dasar virus-virus! Yuk jheng kita  kerumah ku aja, mamakku baru pulang dari singapur loh, pasti bawain barang-barang bagus!
A.Sombong      : Yuuk…
(a.sombong pergi sementara anak terpinggirkan sedih)
Juwita            : Huuuu…uuuu… koq orang tu sombong kali yah! Biarpun cacat aku kan gak sehina virus-virus! (fani marah membuang bonekanya)
Fendi              : (memungut  boneka Fani) jangan nangis dunk temen-temen ku, kan jadi jelek! Gini deh, aku dandani kalian yah! Biar jadi cantik lagi…
Juwita n Fani   : Huuu…Huuuu
(A.Brandal datang buat ulah)
Frans              : Heh orang aneh! Ngapain nangis disini!?  Bikin rusak pemandangan aja!
Fendi              : Aduh inang ya Tuhan…! Pergi satu bencana datang pula bencana yang lain!
Tian                : Heh orang gila, asik maen boneka aja! Sini bonekanya! (merampas boneka)
Fani                : (marah dan memukul Tian)
Rika                : (melerai Fani dan Tian) alah… sini bonekanya! Biar kubuang, boneka busukpun dipegang-pegang!
Fendi              : heh…jangan sok hebat kalian yah! Jangan ganggu kami, pergi sana kalian!
A.Brandal        : Hahahaha… (pergi membeli minuman )
Juwita n Fani   : Huuu…uuuu
Fendi              : Aduh temen-temenku , jangan menangislah. Sayanglah air mata mu itu terbuang sia-sia! (eh…Fendi malah ikut nangis)
(ibu-ibu datang mengunjungi mereka)
Ibu Manullang  : Sore anak-anak! Kenapa pada menangis ini!?
Fendi              : Gimana gak nangis maktua! Bencana datang silih berganti! Jahat kali orang –orang itu sama kami!!
Ibu Manullang  : Maksudnya apa nak!? Siapa yang jahatin kalian?
Juwita            : Apa kami begitu hina ya maktua? Semua orang menghina kami… kami juga gak mau hidup seperti ini. Selalu diejek dan dikucilkan! Huuu…uuu!
Ibu Manullang  : Anak-anakku, kalian jangan sedih ya…. (menghibur lewat firman Tuhan)
Fendi              : Betul itu teman-teman…!
Juwita            : Iya maktua! Makasih ya (Fani mengangguk-angguk)
Ibu Manullang  : Gitulah nak. Tetap semangat lah...
Fendi              : Iya maktua. Yukk teman-teman kita pergi main aja! (anak terpinggirkan pergi)
(ibu-ibu menuju rumah Ibu Remon, sementara a.sombong tiba duluan di rumah Ibu Remon)
Putri               : Mak… aku pulang! Aku bawa ce-es ku mak! Kami mau lihat belanjaan mamak dari Singapur!
Ibu Remon       : ya sudah, Lihatkan lah disitu… kalian pilih lah mana yang kalian suka!
Veni n Yeni      : Iyuu… Asik nich…
Ibu Tohang     : Kurang lama kita di Singapur ya da, banyak yang belum kita beli!
Ibu Remon       : betul itu! Tapi gak apa-apalah, yang penting ada tas baru, sepatu baru ya kan sayang!
Putri               : Iya dong mak… lain kali shoopingnya ajak-ajak kita dong mak
Ibu Remon       : Okeh…Tenanglah kau disitu sayang… (ibu-ibu datang)
Ibu Rina          : Eda Remon… Eda Tohang! Sudahnya kalian pulang?… mana oleh-olehnya!!
Ibu Tohang     : Tenang Eda, ini oleh-olehnya! Harganya mahal itu…
Ibu Simamora  : Bahhh… macam sombong Eda ini! Gak perlu lah harganya dibahas…
Ibu Remon       : Bukan sombonglah Eda, kenyataannya emang mahalnya tas ini…
Yeni                : Iya dong… mana mungkin Tante pake yang murahan!
Veni                : Selain mahal gak pasaran lagi. Emang enak yah kalau punya banyak uang!! Barang semahal apapun bisa kita beli!
Ibu Waruwu    : Salah itu Veni… uang gak menjamin segalanya!
Veni                : Salah gimana, orang batak aja bilang “hepeng do na mangatur nagara on”!!
Ibu Waruwu    : Ingat firman Tuhan nak…. (menjelaskan lewat firman Tuhan)
Ibu Remon       : Pas lah itu yang Eda bilang. Eda tohang! anak-anak! Tak ada gunanya kita sombong kan! Berubahlah kita ya! (Ibu Tohang n a.sombong mengangguk)
Ibu Waruwu    : Gitulah da… sekarang ayoklah kita  pergi!
Ibu Tohang     : mau kemana da?
Ibu Simamora  : Melakukan kunjungan terakhir kita Eda. Melihat anak-anak brandalan!
Ibu Tohang n Ibu Remon    :  Ya sudah… ayok kita pergi…

(ibu-ibu mencari anak brandalan – anak brandalan mabuk)
Frans              : Ooo…inang! Tabo nai… melayang men…
Tian                : iya Bos… mantap kali bir ini bahh…
Rika                : Boss… enaknya sekarang ngapain lagi yah!
Frans              : hahaha… ajojing men… joget ampe pagi! Musik…
                        (musik diputar - anak brandal joget sampai mereka ketiduran – ibu-ibu datang)
Ibu Paulus       : Lihatlah nang… disitu anak-anak brandal itu! Kayaknya baru mabuk orang itu!
Inang Pendeta : Iya nang… kita nasehatin dulu anak-anak itu! Bangunkan dulu
Ibu Paulus       : (musik dimatikan)  bangunlah kalian dari sini nak!! (anak brandalan bangun)
Frans              : Apa-apaan ibu-ibu ini! Ganggu orang aja!
Rika                : Iya… Gak bisa lihat orang senang!
Ibu Saragih     : Tolong ya! Kalau ngomong sama orang tua dijaga sopan santun!
Ibu Paulus       : Kalian sudah keterlaluan ya! Kerjaan kalian hanya buat onar… apa gak bisa kalian hidup seperti orang biasa, jangan jadi brandalan! Perbuatan kalian ini sangat merugikan orang lain!
Frans              : Alah… ibu jangan sok pedulilah, orang tua kami juga gak peduli sama kami!
Ola                 : Ibu tau gak, keadaan lah yang maksa kami jadi brandal gini!
Ibu Paulus       : Keadaan gimana? Hidup kamu jadi apa itu tergantung kamu, bukan keadaan!
Tian                : Aku biar gimanapun lebih senang jadi brandal gini daripada hanya jadi anak broken home!
Ibu Paulus       : Jangan berpikir seperti itu nak…(menjelaskan lewat firman Tuhan)
Inang Pendeta : Benar nak! Jadi kalian sekarang ikut kami yah!
Rika                : Kemana nang!?
Inang pendeta : Merayakan Paskah lah…
Ibu Sinaga      : Paskah adalah kebangkitan Kristus, untuk itu mari kita bangkit dari kekecewaan, bangkit dari keterpurukan, bangkit dari penderitaan, bangkit dari kesombongan untuk rendah hati, bangkit untuk saling mengasihi, bangkit untuk memperhatikan anak-anak dan keluarga, bangkit dan berdiri teguh bersama Tuhan. Kita bangkit untuk merayakan Paskah dan memuji Tuhan lewat tortor bersama. Oke?
Semua            : Oke!!
(Semua bersukacita karna sudah merasakan kebangkitan dalam hidup _ manortor together)

00000000000--------------0000000000

DRAMA PASKAH "KEBANGKITAN YESUS"

Sebuah fragmen karya HKBP Takengon yang diperankan oleh Punguan Ina HKBP Takengon untuk memperingati hari paskah tahun 2012. Drama ini diada...