Saat masih menjabat Gubernur California, presiden Amerika ke-40, Ronald Reagan menghadiri satu acara di Meksiko. Ia berpidato didepan penduduk Meksiko dalam bahasa Inggris, namun respons audiens biasa saja. Kebanyakan mereka diam dan hanya sedikit yang bertepuk tangan saat sang Presiden turun dari podium. Reagan merasa agak malu karena hal itu. setelah itu naiklah seorang pembicara lain dan ia berpidato dalam bahasa Spanyol. berbeda dengan sebelumnya, kali ini audiens begitu semangat, bahkan tepuk tangan diberikan hampir untuk setiap kalimat. Reagan yang tidak paham bahasa Spanyol ikut bertepuk tangan. Tak hanya itu, untuk mrnutupi rasa malunya, Reagan sengaja bertepuk tangan lebih dulu dan lebih lama dari audiens lain. saai itulah duta besar Amerika yang duduk disampingnya menoleh dan berbisik: "Kalau aku jadi dirimu, aku tidak akan melakukan itu." "Kenapa?" tanya Reagan. "Karena orang itu sedang menerjemahkan pidatomu!"
Dalam bahasa inggris, rendh hati adalah "HUMILITY" yang artinya tidak merasa lebih unggul dari orang lain. Tapi uniknya humility ini juga adalah akar dari kata "HUMILIATION", yang artinya penghinaan. Reagan yang awalanya percaya diri bisa memukau publik dengan pidatonya ternyata harus kecewa karena audiens tidak memberi respons yang dia harapkan. Tetapi ketika ia masih berusaha memperjuangkan citra dan egonya sebagai pejabat negara adidaya dengan bertepuk tangan keras-keras, ia justru makin malu karena sudah salah sangka.
Sikap rendah hati menghindari kita dari direndahkan. Ironisnya banyak orang justru sebaliknya, karena tidak mau direndahkan mereka berusaha membuat dirinya tampak tinggi. Padahal hanya Tuhan sajalah yang sanggup merendahkan dan meninggikan kita. Ini bukan berarti kita harus rendah hati semata karena ingin ditinggikan, karena itu dama saja rendah hati dengan motivasi sombong. Satu saja yang perlu kita ingat, Tuhanlah yang dapat merendahkan dan meninggikan kita. Jadi kita tidak perlu minder saat kita ada dibawah, namun jangan merasa tinggi hati saat berada diatas, semua kondisi dan keadaan kita, Tuhanlah yang mengatur untuk maksud tertentu.
"Hanya Tuhanlah yang sanggup merendahkan dan meninggikan kita"
Sumber: Renungan Harian Spirit
Langganan:
Komentar (Atom)
DRAMA PASKAH "KEBANGKITAN YESUS"
Sebuah fragmen karya HKBP Takengon yang diperankan oleh Punguan Ina HKBP Takengon untuk memperingati hari paskah tahun 2012. Drama ini diada...
-
Sebuah fragmen karya HKBP Takengon yang diperankan oleh Punguan Ina HKBP Takengon untuk memperingati hari paskah tahun 2012. Drama ini diada...
-
Hai gaes, buatku menulis adalah sesuatu yang menyenangkan namun belum menjadi sebuah kesenangan. Tahun 2015 aku membuat blog ini dengan nam...
-
Saat masih menjabat Gubernur California, presiden Amerika ke-40, Ronald Reagan menghadiri satu acara di Meksiko. Ia berpidato didepan pendud...