Hai gaes, dalam tulisan kali ini aku mau berbagi kenangan manis pelayananku di Remaja HKBP Takengon. Tepatnya pada Natal Tahun 2010 kami bersama Punguan Ina HKBP Takengon menampilkan sebuah Operet yang berjudul "TERNYATA TUHAN ADA". Operet ini menceritakan
realita kehidupan manusia yang meragukan keberadaan dan kuasa Tuhan karena
segala kelebihan yang mereka punya di dunia ini. Puji Tuhan operet ini berhasil kami tampilkan dengan baik dan mendapat tepuk tangan meriah dari penonton. Kami semua sangat bersyukur, rasa lelah yang kami rasakan dalam mempersiapkan drama tersebut hilang sekejab, lelah kami terobati dengan berhasilnya kami memainkan operet ini. Big thanks to St. H. Sinaga yang menjadi Pembina kami pada saat itu, yang selalu memotivasi kami untuk menampilkan yang terbaik. Menurut saya ada yang unik dari Operet ini, sbb:
- Operet ini adalah kolaborasi Remaja dan Punguan Ina, sangat jarang kan Ibu-ibu gereja mau main drama dan jarang juga kan remaja mau tampil bareng emak-emak. Tapi pada saat itu kami sangat kompak sama ibu-ibu😁😁😊😂
- Tidak ada naskah dalam operet ini, kami hanya menyusun draft operet sedangkan dialog dikreasikan sendiri oleh anak remaja dan Ibu-ibu Punguan Ina dengan arahan Pembina.
- Anak remaja dibagi menjadi 4 kelompok yaitu Kelompok Ilmuwan, tokoh adat, pemuja teknologi dan hamba uang yang semuanya tidak percaya kepada Tuhan. Sedangkan Ibu-Ibu Punguan Ina berperan sebagai orangtua yang merasa cemas dengan prilaku anaknya yang tidak percaya Tuhan.
- Banyak adegan tak terduga dan kelucuan yang terjadi selama pentas tanpa direncanakan, yang membuat operet ini semakin berwarna
Over all, saya sangat bersukacita menjadi bagian dari Operet ini, juga menjadi sebuah titik pelayanan yang tidak bisa saya lupakan. Sebagai wujud sukacita saya pulalah, kali ini saya mau bagikan draft Operet ini kepada semua pembaca, semoga bisa menjadi inspirasi!
OPERET
NATAL “TERNYATA TUHAN ADA”
1. Narasi
:
Bapak Ibu Saudara kekasih, dalam perayaan
Natal Kolaborasi malam ini, punguan Ina, Remaja dan Sekolah Minggu akan
menampilkan sebuah Operet Natal yang berjudul “Ternyata Tuhan Ada”. Operet ini menceritakan
realita kehidupan manusia yang meragukan keberadaan dan kuasa Tuhan karena
segala kelebihan yang mereka punya di dunia ini. Mari kita saksikan persembahan
Koor Ina berikut ini:
2. Koor
Ina
3. Narasi
:
Tuhan mengaruniakan kita ilmu pengetahuan,
namun pengetahuan yang tetap berdasarkan kepada firman Tuhan. Jika ilmu
pengetahuan hanya dipandang untuk menjawab sebuah pertanyaan, maka kita akan
kehilangan iman sehingga kita mempertuhankan pengetahuan. Akibatnya banyak
pengetahuan yang menyimpang dari firman Tuhan, hal inilah yang dialami beberapa
ilmuwan, mereka meragukan kekuasaan
Tuhan karena hasil penelitian mereka, berikut dua orang ibu yang mengeluhkan
sikap mereka :
4. Prolog
Ibu
5. Dialog
Para Ilmuwan
6. Narasi
:
Kehidupan kita didunia ini tidak lepas dari
adat istiadat, dan memang maksud adat istiadat itu kebanyakan positif bagi
kehidupan kita. Namun kerapkali kita terlalu memegahkan adat tanpa memahami
terlebih dahulu apakah semua adat sudah sesuai dengan firman Tuhan, atau adatlah yang membuat kita
tidak taat lagi kepada Tuhan. Jangan sampai kita mempertuhankan adat seperti
tokoh adat, dua orang ibu pun mengeluhkan hal ini…
7. Prolog
Ibu
Dan inilah Para tokoh Adat yangdisambut
dengan Tarian SM
8. Dialog
Tokoh Adat
9. Narasi
:
Di zaman globalisasi ini, tehnologi sudah dicicipi
oleh semua lapisan masyarakat, khususnya generasi muda. Perkembangan tehnologi
semakin mempengaruhi anak muda di saat tehnologi mampu menawarkan berbagai
kemudahan dan keuntungan bagi penggunanya. Tanpa disadari mereka menjelma
menjadi pemuja tehnologi, mereka bergantung kepada alat –alat yang canggih,
bukan kepada Tuhan lagi. Mereka merasa kemajuan tehnologi dapat menggantikan
Tuhan dalam kehidupan mereka. Hal ini lah yang membuat ibu mereka khawatir...
10. Prolog
Ibu
11.
Dialog
Pemuja tehnologi
12.
Narasi
:
Pada dasarnya semua orang bekerja keras
untuk menghasilkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup di dunia, walaupun uang
juga dicari untuk popularitas dan meraih kekayaan. Namun disaat uang tidak
didasarkan kepada firman Tuhan, tetapi pada sifat ambisi, tamak dan rakus, maka
disitulah kita mempertuhankan uang… muncullah sebutan manusia matrealistik
dengan prinsip “Tiada Tuhan selain uang”. Hal inilah yang membuat para ibu
berkeluh kesah.
13. Prolog
Ibu
Dan inilah mereka para hamba uang itu,
mereka adalah Lady Rikha Kim Ray, Princes Ola Stefanus William dan Ratu Fifi
Wulandari.
14. Dialog
Para Hamba Uang
15. Narasi
:
Begitulah,…Para ilmuwan, Para tokoh adat,
para pemuja tehnologi, dan para hamba uang menyatakan mereka meragukan
keberadaan dan kuasa Tuhan. Mereka tidak menyadari mereka sudah berdosa, akankah mereka terus pada pendapat mereka
bahwa Tuhan tidak ada?
Disaat mereka tersesat, datanglah hamba
Tuhan yang akan mentobatkan mereka, dulunya petobat ini juga anti Kristus,
namun karena mukzizat yang mereka rasakan, mereka kini menjadi pengikut Kristus
yang sejati.
Mereka adalah Glen Bastian Fredly dari
Ambon, Cut Rafika Sari dari NAD, Michael Tambubolon dari Sinabung, dan Suryani
Chan dari Kampung Cina. Mereka lah saksi Kristus yang hidup dan siap memberi
kesaksian bagi kita semua. Mari kita dengarkan kesaksian mereka.
16. Kesaksian
Para Petobat
17. Refleksi
Narasi :
Ketika mereka sudah mendengar kesaksian
para Petobat, mereka tertegun dan merenung. Pada saat itulah mereka dikuasai
roh kudus, bahkan malaikat-malaikat beria-ria mengelilingi mereka.
Mereka tertunduk malu menyadari dosa mereka,
mengapa mereka meragukan kuasa Tuhan?
Mereka sedih dan menyesal…
sungguh…menyesal,.
Kini mereka percaya bahwaTUHAN benar-benar
ada, dan mereka ingin mengikut Tuhan.
Lalu mereka berdoa, mereka menyembah Tuhan,
mengakui dosa mereka dan memohon ampun! Ya Tuhan, ampunilah kami, kami
bertobat….dan kami ingin menjadi pengikutMu.
Kini mereka sadar mereka sudah diampuni,,
maka mereka bersukacita dan bangkit berdiri…
Dan dengan penuh keyakinan mereka siap
bersaksi kepada dunia, TERNYATA TUHAN ADA…
18. Pujian
Bersama

